MAKALAH PERAN PERPUSTAKAAN MENCERDASKAN SISWA - PUSAT MAKALAH

on


BAB I
PENDAHULUAN

Diperoleh temuan, bahwa secara umum kondisi perpustakaan tidak terkecuali perpustakaan sekolah, mulai dari gedung, personalia, koleksi dan alat perlengkapan, serta sistemnya adalah sangat rendah dan memerlukan penanganan segera.

Dari pernyataan diatas dapatlah digaris bawahi bahwa keadaan perpustakaan sekolah di Indonesia masih belum berkembang dan memerlukan penanganan dengan segera. Terutama perpustakaan SMA (Sekolah Menengah Atas). Hal ini karena siswa SMA akan memasuki pendidikan tinggi dimana kemandirian seorang siswa sangat menentukan berhasil tidaknya pendidikan mereka di tingkat pendidikan tinggi.

SISTEM PERPUSTAKAAN SEKOLAH DI INDONESIA

Perpustakaan sekolah pada umumnya di Indonesia memiliki sistem yang baku. Seperti diterangkan di atas bahwa keadaan perpustakaan di Indonesia pada umumnya masih jelek. Begitu pula perpustakaan SMA. Walaupun ada beberapa perpustakaan yang dapat kita sebut “lumayan” di Jakarta, tetapi belum mencerminkan keadaan perpustakaan SMA di Indonesia.

Perpustakaan sekolah memberikan layanan kepada anggota masyarakat di sekolah yaitu guru, murid, kepala sekolah dan staf administrasi lainnya, dan juga memberikan layanan kepada orang tua murid. Pada perpustakaan sekolah fungsi “edukasi” harus diutamakan. Karena itu layanan perpustakaan harus diusahakan untuk mensukseskan proses belajar mengajar di sekolah yang harus dilayani terutama guru dan murid.Guru terlebih dahulu diberi kesempatan untuk mengembangkan ilmu sesuai dengan apa yang mereka ajarkan. Pengetahuan umum mereka harus tinggi dibandingkan dengan orang kebanyakan. Hal ini bisa meningkatkan kewibawaan mereka di depan murid. Guru harus menunjukkan rasa ingin tahu terhadap suatu masalah, apalagi mengenai bidang yang mereka ajarkan. Guru harus meningkatkan minat atau kebiasaan membaca di perpustakaan. Kalau minat membaca mereka sudah tinggi, dan mereka biasa di perpustakaan, mereka tidak canggung lagi mengajar, mantap dalam mendidik siswa dan bisa mengerahkan siswa mereka untuk meramai-ramai mempergunakan perpustakaan,. Guru harus menjadi contoh dalam menggunakan perpustakaan.

Dengan menyediakan bahan pustaka dan ruang untuk membaca, diskusi dan berbagai kegiatan guru untuk mengembangkan pengetahuan dapat dilaksanakan dengan batik. Dengan demikian dapat diharapkan guru akan mampu berpenampilan yang batik dan lebih berwibawa. Kalau mereka sudah “perpustakaan minded” mereka akan dapat mengajar mengajak anak didik mereka, dalam menggunakan dan mencari informasi di perpustakaan.

Untuk perpustakaan sekolah, yang harus diberikan prioritas layanan kepada guru terlebih dahulu. Dengan para guru inilah pustakawan harus bekerjasama. Baru setelah guru “digarap” kemudian pelayanan diberikan kepada murud-murid, staf administrasi dan kalau perlu orang tua murid. Pemerintah sudah menetapkan beberapa keputusan tentang pembinaan perpustakaan sekolah termasuk perpustakaan SMA yaitu, Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 0103/1981 “Pokok-pokok kebijaksanaan pembinaan dan pengembangan perpustakaan di Indonesia”. Keputusan ini memberi dasar bagi pengembangan Perpustakaan Sekolah secara nasional.
Menurut SK tersebut, Perpustakaan Sekolah mengemban fungsi :
a. sebagai pusat kegiatan belajar mengajar,
b. pusat penelitian sederhana
c. pusat membaca guna menambah ilmu pengetahuan,
d. tempat rekreasi

MASALAH YANG DIHADAPI OLEH PERPUSTAKAAN SEKOLAH

Bidang Perpustakaan Sekolah Pusat Pembinaan Perpustakaan telah mengadakan suatu penelitian tentang keadaan perpustakaan di Indonesia.
Dari penelitian tersebut diperoleh :
1. Banyak sekolah belum menyelenggarakan perpustakaan
2. banyak perpustakaan sekolah yang belum menyelenggarakan layanan
     secara semestinya, dan hanya merupakan tempat penyimpanan buku belaka
3. Ada sejumlah kecil perpustakaan sekolah yang telah terselenggara
    secara memadai, tetapi belum jelas mengaitkannya dengan kegiatan
    belajar mengajar
4. Keberadaan dan kegiatan perpustakaan sekolah sangat tergantung
    dari sikap Kepala Sekolah, karena beliaulah yang memegang
    kebijaksanaan dalam pendanaan
5. Tidak adanya tenaga pustakawan yang tetap, kebanyakan
    perpustakaan dikelola oleh seorang guru yang setiap saat dapat
    dimutasikan
6. Pekerjaan pustakawan kurang disukai, dan bahkan dianggap lebih
    rendah dari tugas guru. Ada perpustakaan yang pengelolaannya
    diserahkan kepada petugas tata usaha
7. Koleksi perpustakaan sekolah umumnya sangat lemah dan belum
    terarah
8. Layanan perpustakaan belum dilaksanakan dengan ketentuanketentuan, karena  kurangnya tenaga yang terdidik
9. Sumber dana yang sangat terbatas
10.Banyak sekolah tidak mempunyai ruangan khusus untuk perpustakaan

Selanjutnya Perpustakaan Sekolah hendaknya membuat murid dan guru untuk pandai membaca. Pandai menggunakan waktu senggangnya untuk membaca. Sebab sebenarnya membaca itu membuat kita menjadi cerdas dan memberikan banyak pengalaman yang sangat berharga. Kepandaian membaca bisa meningkatkan pengetahuan kita dan memperlancar jalannya pendidikan yang kita tempuh. Biasanya anak atau orang yang tidak bisa membaca akan mendapatkan kesukaran dalam sekolah atau peningkatan memasyarakatan. Murid yang demikian ini kalau di Barat mendapatkan apa yang disebut dengan “remedial reading”. Atau kalau disini perlu dibimbing belajar.

Dewasa ini kita dihadpakn kepada sebuah situasi yang aneh. Kalau kita tinggal diam saja di rumah tidak mau melihat apa yang terjadi di luar, seakan dunia ini sudah demikian saja berlalu tanpa terasa kekuarangan suatu apa. Tetapi jika kita mau melihat keluar sejenak, maka kita akan melihat kemajuan dunia yang berputar semakin pesat, teknologi semakin
maju dan pembangunan yang maha hebat telah dikerjakan oleh sementara orang.

Kalau kita hanya mengikuti yang pertama, kita akan sangat ketinggalan dan lebih dari itu kita akan digilas oleh pembangunan, tahu-tahu rumah kita digusur atau sudah jadi abu, karena akan dibangun sebuah usaha atau industri yang bermanfaat bagi kita. Karena itu kita harus memilih untuk mau menengok keluar, agar bisa melihat laju pembangunan. 

Bukan sekedar menjadi objek pembangunan, tetapi menjadi subjek pembangunan. Memalui profesi perpustakaan kita ikut ambil bagian, “mencerdaskan kehidupan bangsa”.
Pembangunan adalah masalah teknologi, dan teknologi adalah masalah informasi. Sedangkan informasi adalah masalahnya perpustakaan. Demikianlah yang dapat kami simpulkan, tidak mungkin kita memiliki teknologi canggih kalau kita tidak memiliki informasinya. Dalam hal ini kita akan menyorot lebih dalam mengenai salah satu jenis perpustakaan, yaitu perpustakaan sekolah. Jenis perpustakaan ini menjadi penting untuk disorot, karena lembaga ini akan memberikan dasar dari segala dasar. Mengapa demikian ? dari perpustakaan sekolah diharapkan kita bisa menemukan kembali mutu pendidikan dasar kita, yang notabene akan menjadi dasar bagi pendidikan berikutnya atau menjadi bekal utama kita dalam menempuh kehidupan ini. Kita sering mendengar mutu guru yang sudah demikian merosot, mutu tersebut akan bisa kita tingkatkan kalau kita mau menengok ke perpustakaan. Dari perpustakaan sekolah ini diharapkan guru mau belajar lagi membaca apa yang berhubungan dengan masalah belajar mengajar.

Di perpustakaan sekolah anak dapat mengembangkan minat mereka mencari bacaan dan memperkaya pengalaman melalui bacaan yang tersedia. Melalui perpustakaan sekolah diharapkan anak dapat mengembangkan keterampilan untuk mencari informasi untuk keperluan mereka secara mandiri. Mereka kita berikan wawasan mengenai “era informasi”. Kita jelaskan menegnai “era globalisasi”. Kita beri tahu cara mengatasi hidup dalam kedua era tersebut. Bagaimana perpustakaan bisa menjawab kedua tantangan tersebut. Untuk keperluan itu marilah kita tengok apa yang menjadi fungsi dan tugas perpustakaan sekolah.

TUGAS DAN FUNGSI PERPUSTAKAAN SEKOLAH

Tugas dan fungsi perpustakaan sekolah tidak boleh menyimpang dari tugas dan fungsi sekolah di mana perpustakaan bernaung. Cepatnya perkembangan ilmu pemgetahuan di segala bidang dewasa ini membuat manusia sadar bahwa tugas sekolah tidak cukup melatih ingatan dan kemahiran dalam beberapa mata pelajaran saja. Isi pelajaran tidak dapat lagi dibatasi kepada si buku pelajaran dan metoda mengajar tidak cukupberdasarkan hafalan dan ingatan. Pendidikan bukan hanya menyampaikan pengetahuan dari guru dan buku pelajaran kepada anak didik, tetapi juga memberi kesempatan kepada anak didik untuk ikut aktif dalam usaha memperkaya pengetahuannya dengan usaha sendiri.

Pendidikan di zaman sekarang menginginkan agar mata pelajaran sebanyak mungkin di integrasikan. Batas-batas antara mata pelajaran yang satu dengan yang lain makin kabur, dan terkadang hilang. Kurikulum tidak lagi dianggap sebagai seri mata-mata pelajaran yang mempunyai batas isi antara yang satu dengan yang lain. Isi pelajaran haruslah lebih
mendekati pengalaman-pengalaman hidup yang sebenarnya agar tiap-tiap anak lebih mampu lagi mempersipakan diri untuk hari kemudian. Pelajaran harus mengikuti arah perkembangan anak didik dan dikendalikan oleh daya intelektualnya.Pelajaran dalam pendidikan modern lebih banyak memperhatikan bakat-bakat individual anak-anak. Tetapi ada beberapa bidang pengetahuan dan kemahiran yang dianggap wajib dikuasai oleh tiap-tiap anak dan sekolah-sekolah harus mengajarkan mata-mata pelajaran inti ini kepada tiap anak. Setelah para pelajar makin tinggi kelasnya masing-masing sebaiknya sudah mampu memupuk bakat-bakat tertentu yang mereka miliki dan memperluas pengetahuan di bidang yang sesuai dengan bakat masing-masing. Kurikulum yang hidup dinamis, serta proses belajar yang berdasarkan integrasi dan koordinasi ini memerlukan sumber-sumber pengetahuan yang luas dan beraneka : buku pelajaran, buku perpustakaan, berkala, famflet, gambar, peta, guntingan surat kabar (clippings) dan bahan-bahan audio visual. Perpustakaan sekolah diadakan bukan hanya sekedar melayani selera para pelajar untuk membaca buku-buku penglipur lara. Perpustakaan itu harus dapat membantu para pelajar
mengasah otak, memperluas dan memperdalam pengetahuan, melahirkan kecekatan. Perpustakaan itu harus dapat membantu anak-anak dalam aktivitas-aktivitas yang kurikuler dan extra-kurikuler. Dengan kata lain perpustakaan sekolah merupakan satu kesatuan integral (terpadu) dengan alat-alat pendidikan yang lain.

Secara garis besar tugas dan fungsi perpustakaan adalah sebagai berikut :
  1. Sebagai pusat belajar mengajar. Perpustakaan sekolah berfungsi membantu program pendidikan pada umumnya, serta sesuai dengan tujuan kurikulum masing-masing. Mengembangkan kemampuan anak menggunakan sumber informasi. Bagi guru, perpustakaan sekolah merupakan tempat untuk membantu guru mengajar, juga tempat bagi guru untuk memperkaya pengetahuan.
  2. Membantu anak didik memperjelas dan memperluas pengetahuannya tentang suatu pelajaran di kelas dan mengadakan penelitian di perpustakaan
  3. Mengembangkan minat, kemampuan, dan kebiasaan membaca yang menuju kebiasaan mandiri
  4. Membantu anak untuk mengembangkan bakat, minat dan kegemarannya
  5. Membiasakan anak untuk mencari informasi di perpustakaan, Kemudian anak mencari informasi dalam perpustakaan akan menolongnya kelak dalam pelajaran selanjutnya
  6. Perpustakaan sekolah merupakan tempat memperoleh bahan rekreasi sehat, melalui buku-buku bacaan fiksi
  7. Perpustakaan sekolah memperluas kesempatan belajar bagi murid-murid Koleksi yang lengkap serta variasi yang cukup, memperluas kesempatan pada pemakainya untuk menambah cakrawala pengetahuannya.


Sebuah perpustakaan yang batik, dapat memberikan latihan kepada pelajar cara-cara mencari dan menemukan informasi dalam perpustakaan yang walau bagaimana besarnya, mereka akan mendapat keterampilan menemukan, menjaring, dan menilai informasi, kemampuan merekamenarik kesimpulan yang tepat akan terbina.

Keterampilan-keterampilan ini sangat berguna bagai anak didik di hari kemudian. Kebiasaan belajar sindiri memakai buku, majalah dan pustaka lainnya akan membawa manfaat besar dalam hidupnya. Dunia yang cepat maju menginginkan agar orang jangan berhenti belajar setelah meninggalkan bangku sekolah. Penemuan-penemuan baru tiap tahun menambah pengetahuan manusia dan ikut merubah hidupnya dan kita mau tidak mau harus berusaha agar dapat, bukan saja mengikuti perubahan-perubahan itu, tetapi juga ikut sumbangan terhadap kemajuanmanusia.


TENAGA PENGELOLA PERPUSTAKAAN SEKOLAH
Keberhasilan penyelenggaraan perpustakaan sebagain tergantung pada tenaga pengelolanya. Tersedianya tenaga pengelola yang terampil, bertanggung jawab serta penuh dedikasi memungkinkan berhasilnya penyelenggaraan perpustakaan sekolah. Pengelola perpustakaan sekolah bukanlah orang yang sekedar menjaga buku tetapi seorang pustakawan. Untuk menjadi pustakawan perlu memenuhi persyaratan tertentu antara lain menguasai teknik mengelola perpustakaan dan mampu mengintegrasikan kurikulum sekolah dengan kegiatan perpustakaan.

PUSTAKAWAN SEKOLAH
Seorang pustakawan sekolah hendaknya mampu menyebarluaskan isi dan pencapaian tugas perpustakaan membina dan mengembangkan minat baca anak. Sekolah merupakan alat untuk meletakkan dasar-dasar dan citra yang sebenarnya mengenai perpustakaan. Sekolah juga merupakan tempat pesemian minat dan kebiasaan membaca yang sangat potensial bagi anak-anak.

Besar kecilnya hasil yang dapat dicapai oleh perpustakaan sangat tergantung dari sifat-sifat guru yang tugaskan memegangnya. Perpustakaan dapat memberi kesan hidup bila petugasnya mencintai pekerjaannya, tahu seluk beluknya, mengerti peranannya dalam pendidikan modern, dapat menyelami jiwa anak-anak, dapat membuat guru dan murid merasa bahwa perustakaan itu ada di sekolah untuk melayani keperluan-keperluan intelektual, moral dan kultural mereka.

Guru pustakawan sekolah seharusnya mengetahui rencana pelajaran sekolah, agar ia dapatmembantu guru-guru dan pelajar-pelajar. Ia harus menanamkan kebiasaan membaca buku-bukui lmiah dan juga harus pandai menanamkan kebiasan membaca buku-buku, baik yang bersifat hiburan, pelajaran sekolah, maupun buku penunjang kurikulum. Ia juga harus pandai menciptakan suasana yang menyenangkan dengan ruangan perpustakaan yang dapat membuat para pengunjungnya merasa senang membaca dan belajar didalamnya. Perlu sekali ia pandai bertindak sebab sebuah perpustakaan menginginkan ketertiban. Tetapi terlalu keras melaksanakan peraturan-peraturan itu dapat membuat orang takut memakai fasilitas-fasilitas perpustakaan. Dengan kebijaksanaan, petugas perpustakaan haruslah pandai menanamkan rasa tanggung jawab kepada anak-anak agar mereka ikut bekerjasama menjaga agar aturan-aturan itujangan dilanggar. 


BAB II
DASAR PEMBINAAN ORGANISASI DAN TATALAKSANA
PERPUSTAKAAN SEKOLAH
LANDASAN KONSEPSIONAL

1. Hakikat
1) Perpustakaan Sekolah merupakan usaha pendidikan
Secara aktif dan positif Perpustakaan sekolah menyelenggarakan pendidikan yaitu membangkitkan kegemaran dan minat baca, meningkatkan selera minat baca, membangkitkan minat terhadap hal-hal baru melalui buku-buku referensi, indeks, biografi dan lain sebagainya. Selanjutnya Perpustakaan Sekolah mendidik kerapihan, ketertiban disiplin dan tanggung jawab dalam menggunakan fasilitas yang tersedia

2) Perpustakaan Sekolah merupakan usaha penyedia jasa
Perpustakaan mengadakan, mengolah, menyiapkan sampai siap pakai mengedarkan serta menyimpan dan memelihara bahan pustaka dan mengupayakan kegiatan membaca, berdiskusi, konsultasi, dan lain sebagainya

3) Perpustakaan sekolah merupakan usaha menyediakan sumber-sumber informasi.
Perpustakaan sekolah menyediakan media informasi dalam bentuk karya tulis, cetak dan terekam, seperti naskah, buku, terbitan berkala, surat kabar, brosur, folder, foto film, piringan hitam, pita rekam dan barang sejenis lainnya

4) Perpustakaan Sekolah merupakan tempat membaca untuk belajar
Para murid, batik secara perorangan, kelas maupun kelompok dapat membaca untuk belajar, untuk konsultasi, penelitian dan kegiatan sejenis lainnya.


2. Fungsi
Perpustakaan Sekolah sebagai perangkat perlengkapan pendidikan yang merupakan bagian yang terpadu dalam sistem kurikulum mempunyai tugas :
  1. Menyerap dan menghimpun informasi guna kegiatan belajar dan mengajar;
  2. Mewujudkan suatu wadah pengetahuan dengan administrasi dan organisasi yang sesuai sehingga memudahkan penggunaannya;
  3. Menyediakan sumber-sumber rujukan yang tepat guna untuk kegiatan konsultasi bagi pengajar dan pelajar;
  4. Menyediakan bahan-bahan yang bermanfaat bagi kegiatan rekreatif yang berkaitan dengan bidang budaya dan dapat meningkatkan selera, mengembangkan daya kreatif;
  5. Melaksanakan layanan perpustakaan yang sederhana, mudah dan menarik sehingga pengajar dan pelajar tertarik dan dapat menjadi terbiasa dalam menggunakan perpustakaan


LANDASAN DAN SASARAN

1. Tujuan
a. Umum
Perpustakaan Sekolah diselenggaralkan sebagai suatu perangkat kelengkapan pendidikan untuk bersama dengan kelengkapankelengkapan yang lain guna meningkatkan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, kecerdasan dan keterampilan, mempertinggi budi pekerti dan mempertebal semangat kebangsaan dan cinta tanah air agar dapat menumbuhkan manusia-manusia pembangunan yang dapat membangun dirinya sendiri serta bersama-sama bertanggung jawab atas pembangunan bangsa berdasarkan sistem pendidikan yang berasaskan Pancasila dan UUD 1945

b. Khusus
Secara khusus Perpustakaan Sekolah diselenggarakan untuk :
  1. Mengembangkan minat, kemampuan, dan kebiasaan membaca khususnya serta mendayagunakan budaya tulisan dalam sektor kehidupan
  2. Mengembangkan kemampuan mencari dan mengolah serta memanfaatkan informasi
  3. Mendidik murid agar dapat memelihara dan memanfaatkan bahan pustaka secara tepat dan berhasil guna
  4. Meletakkan dasar-dasar kearah belajar mandiri
  5. Memupuk minat dan bakat
  6. Menumbuhkan aspirasi terhadap pengalaman imajinatif
  7. Mengembangkan kemampuan untuk memecahkan masalahmasalah yang dihadapi dalam kehidupan atas tanggung jawab dan usaha sendiri

2. Sasaran
a. Terwujudnya Perpustakaan Sekolah yang berdaya guna dan berhasil guna perlu ditiap sekolah, suatu perpustakaan sekolah yang menjadi pusat kegiatan belajar dan mengajar. Disamping itu diharapkan agar dapat membantu pengembangan bakat dan minat para pelajar dan para pengajar serta dapat menyediakan bahan pustaka dalam jumlah dan mutu yang memadai di seluruh Indonesia.

b. Terbinanya anak didik sehingga gemar membaca, biasa membaca, terampil, merasa perlu selalu membaca dan meningkatkan gairah belajar dan mampu belajar secara mandiri, sehingga tercapai citacita pendidikan seumur hidup

c. Tercapainya tujuan pendidikan nasional


LANDASAN OPERASIONAL

Untuk pembinaan dan pengembangan disebutkan dan dipetikkan beberapa langkah yang telah diambil Pemerintah sebagai berikut :

1. Basic Memorandum Pendidikan menteri P dan K tertanggal 25 November 1970 Halaman 3.
a. Sekolah itu hendaknya merupakan bagian integral dari masyarakat sekitarnya. Sesuai dengan asas pendidikan seumur hidup sekolah itu mempunyai dwifungsi : mampu memberikan pendidikan formal dan pendidikan informal, batik untuk para pemuda maupun untuk orang dewasa
2. Keputusan Presiden No. 44 tahun 1974 tertanggal Jakarta, 26 Agustus 1974 tentang Pokok-pokok Organisasi Depertemen
3. Keputusan Presiden No. 45 tahun 1974 tertanggal Jakarta, 26 Agustus 1975 tentang Susunan Organisasi Departemen
4. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0103/0/1981 tertanggal Jakarta 11 Maret 1981. Mengenai Pokok-pokok Kebijakan Pembinaan dan Pengmbangan Perpustakaan di Indonesia
5. Surat Edaran Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan No. 2627/C/T.81, tertanggal 21 April 1981 tentang “Pembinaan Perpustakaan Sekolah” dan surat edaran/instruksi yang diterbitkan berikutnya
6. Buku “Perpustakaan Sekolah” terbitan Proyek Pengembangan Perpustakaan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1981
7. Pedoman Penyelenggaraan Perpustakaan Sekolah : Dasar, Menengah Pertama dan Menengah Atas, terbitan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Sarana Pendidikan, Proyek Pembakauan Sarana Pendidikan tahun 1983


POLA PELAKSANAAN
  1. Perpustakaan Sekolah didirikan pada setiap jenis dan jenjang sekolah
  2. Sebelum adanya peraturan perundang-undangan yang mengatur Pembentukan Susunan Organisasi dan tatakerja Perpustakaan Sekolah, pendirian / penyelenggaraan Perpustakaan Sekolah dilaksanakan berdasarkan Surat Edaran Dirjen Pendidikan Dasar dan
  3. Menengah No. 2627/C/T.81, tertanggal 21 April 1981, dan dikuatkan dengan Keputusan Kepala Sekolah
  4. Pembinaan di daerah dilaksanakan oleh Kantor Wilayah Pendidikan dan Kebudayaan setempat
  5. Perpustakaan Daerah di tiap Ibu Kota Propinsi sebagai pemegang pelimpahan wewenang dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia berkewajiban membina bidang perpustakaan dan pendidikan tenaga.


ORGANISASI DAN TATALAKSANA
Organisasi dan tata laksana Perpustakaan Sekolah
menggambarkan kedudukan Perpustakaan Sekolah sebagai :
1. Perangkat Pendidikan di sekolah :
a. merupakan bagian integral dari sekolah
b. berfungsi sebagai pusat belajar mengajar, pusat informasi, pusat penelitian sederhana dan rekreasi sehat
c. sejajar dengan sarana pendidikan di sekolah seperti laboratorium, keterampilan, olah raga dan kesehatan dan lain-lain.

2. Unit pelaksana teknis pendidikan sekolah :
a. Perpustakaan Sekolah dipimpin oleh seorang kepala perpustakaan yang dalam melaksanakan tugasnya berada dibawah dan tanggung jawab kepada kepala sekolah. Dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari ia dapat dibantu oleh satu atau dua orang tenaga
b. Perpustakaan Sekolah melaksanakan tugas kegiatan :
    1. Teknis : Yang mencakup: pengadaan, pengolahan (pembuatan katalog, penyelesaian)
         penyusunan buku dan kartu katalog
    2. Layanan : Layanan sirkulasi, layanan buku rujukan, dan layanan membaca

3. Mata rantai dalam sistem nasional layanan perpustakaan
Dalam rangka meningkatkan kemampuan menyediakan dan menyebarluaskan informasi perpustakaan dapat melakukan kerjasama dengan :
- Perpustakaan Daerah
- Perpustakaan Umum
- Perpustakaan Keliling
- Guru-guru bidang studi
- Organisasi masyarakat
- OSIS, Pramuka, PMR dan PKS
- Perpustakaan sekolah lain
- Perpustakaan Nasional
Kerjasama tersebut dilaksanakan berdasarkan tata laksana dan prosedur yang disetujui bersama.

0 komentar:

Post a Comment