MAKALAH PENTINGNYA PERAN PEMIMPIN DALAM PERMASALAHAN SOSIAL - PUSAT MAKALAH

on
Contoh Makalah
Pengertian Kepemimpinan
Peran Pemimpin
Peran Kepemimpinan dalam pengambilan keputusan
Permasalahan Sosial
 



MAKALAH PENTINGNYA PERAN PEMIMPIN DALAM PERMASALAHAN SOSIAL


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang.
Suatu permasalahan sosial akan berhasil atau bahkan gagal sebagian besar ditentukan oleh kepemimpinan. Suatu ungkapan yang mulia mengatakan bahwa pemimpinlah yang bertanggungjawab atas kegagalan pelaksanaan suatu pekerjaan. Hal ini menunjukkan bahkan suatu ungkapan yang mendudukkan posisi pemimpin dalam suatu permasalahan pada posisi yang terpenting. Demikian juga pemimpin dimanapun letaknya akan selalu mempunyai beban untuk mempertanggungjawabkan kepemimpinannya. Dari waktu ke waktu kepemimpinan menjadi perhatian manusia. Kepemimpinan dibutuhkan manusia, karena adanya suatu keterbatasan dan kelebihan-kelebihan tertentu pada manusia.
Dalam pengertian lain kepemimpinan adalah kemampuan dan keterampilan seseorang yang menduduki jabatan sebagai pimpinan satuan kerja untuk mempengaruhi orang lain, terutama bawahannya, untuk berfikir dan bertindak sedemikian rupa sehingga melalui perilaku yang positif ia memberikan sumbangan nyata dalam pencapaian tujuan organisasi. Sedangkan  penertian manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan dan pengendalian upaya dari anggota organsasi serta penggunaan semua sumber daya yang ada pada organisasi untuk mencapai tujaun organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya.
Manusia adalah makhluk social yang tidak dapat hidup sendiri. Dalam hidup, manusia selalau berinteraksi dengan sesama serta dengan lingkungan. Manusia hidup berkelompok baik dalam kelompok besar maupun dalam kelompok kecil.
Hidup dalam kelompok tidak mudah. Untuk menciptakan kondisi kehidupan yang harmonis anggota kelompok haruslah saling menghormati & menghargai. Keteraturan hidup perlu selalu dijaga. Hidup yang teratur adalah impian setiap insan.
Manusia adalah makhluk Tuhan yang paling tinggi dibanding makhluk Tuhan lainnya. Manusia di anugerahi kemampuan untuk berpikir, kemampuan untuk memilah & memilih mana yang baik dan mana yang buruk. Dengan kelebihan itulah manusia seharusnya mampu mengelola lingkungan dengan baik.


Jika manusia berjiwa pemimpin, maka akan dapat mengelola diri, kelompok & lingkungan dengan baik. Khususnya dalam penanggulangan masalah yang relatif pelik & sulit. Disinilah dituntut kearifan seorang pemimpin dalam mengambil keputusan agar masalah dapat terselesaikan dengan baik.

B.     Rumusan Masalah
Pada makalah ini penulis akan membahas masalah :
      1.      Kepemimpinan
2.      Peran pemimpin
3.      Peran Kepemimpinan Dalam Pengambilan Keputusan
4.      Permasalahan sosial.

C.    Tujuan
Tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
      1.      Untuk mengetahui pengertian kepemimpinan
2.      Untuk mengetahui peran kepemimpinan
3.      Untuk mengetahui Peran Kepemimpinan Dalam Pengambilan Keputusan
4.      Untuk mengetahui permasalahan sosial



BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Kepemimpinan
Kepemimpinan mempunyai arti yang berbeda-beda tergantung pada sudut pandang atau perspektif-perspektif dari para peneliti yang bersangkutan, misalnya dari perspektif individual dan aspek dari fenomena yang paling menarik perhatian mereka. Stogdill (1974: 259) menyimpulkan bahwa terdapat hampir sama banyaknya definisi tentang kepemimpinan dengan jumlah orang yang telah mencoba mendefinisikannya. Lebih lanjut, Stogdill (1974: 7-17) menyatakan bahwa kepemimpinan sebagai konsep manajemen dapat dirumuskan dalam berbagai macam definisi, tergantung dari mana titik tolak pemikirannya. Misalnya, dengan mengutip pendapat beberapa ahli, Paul Hersey dan Kenneth H Blanchard (1977: 83-84) mengemukakan beberapa definisi kepemimpinan, antara lain:
1.   Kepemimpinan adalah kegiatan dalam mempengaruhi orang lain untuk bekerja keras dengan penuh kemauan untuk tujuan kelompok (George P Terry)
2.     Kepemimpinan adalah kegiatan mempengaruhi orang lain agar ikut serta dalam mencapai tujuan umum (H.Koontz dan C. O'Donnell)
3.   Kepemimpinan sebagai pengaruh antar pribadi yang terjadi pada suatu keadaan dan diarahkan melalui proses komunikasi ke arah tercapainya sesuatu tujuan (R. Tannenbaum, Irving R, F. Massarik).
Untuk lebih mendalami pengertian kepemimpinan, di bawah ini akan dikemukakan beberapa definisi kepemimpinan lainnya seperti yang dikutip oleh Gary Yukl (1996: 2), antara lain:
1.  Kepemimpinan adalah peningkatan pengaruh sedikit demi sedikit pada dan berada di atas kepatuhan mekanis terhadap pengarahan-pengarahan rutin organisasi (Katz dan Kahn)
2. Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi aktivitas-aktivitas sebuah kelompok yang diorganisasi ke arah pencapaian tujuan (Rauch dan Behling)
3.    Kepemimpinan adalah proses memberi arti terhadap usaha kolektif yang mengakibatkan kesediaan untuk melakukan usaha yang diinginkan untuk mencapai sasaran (Jacobs dan Jacques)


Menurut Wahjosumidjo (1984: 26) butir-butir pengertian dari berbagai definisi kepemimpinan, pada hakekatnya memberikan makna :
4.     Kepemimpinan adalah sesuatu yang melekat pada diri seorang pemimpin yang berupa sifat-sifat tertentu seperti kepribadian, kemampuan, dan kesanggupan.
5.  Kepemimpinan adalah serangkaian kegiatan pemimpin yang tidak dapat dipisahkan dengan kedudukan serta gaya atau perilaku pemimpin itu sendiri
6.    Kepemimpinan adalah proses antar hubungan atau interaksi antara pemimpin, bawahan dan situasi.

Dari berbagai definisi yang ada, maka dapat dikatakan bahwa Kepemimpinan adalah
1.      Seni untuk menciptakan kesesuaian paham
2.      Bentuk persuasi dan inspirasi
3.      Kepribadian yang mempunyai pengaruh
4.      Tindakan dan perilaku
5.      Titik sentral proses kegiatan kelompok
6.      Hubungan kekuatan/kekuasaan
7.      Sarana pencapaian tujuan
8.      Hasil dari interaksi
9.      Peranan yang dipolakan
10.  Inisiasi struktur

Berbagai pandangan atau pendapat mengenai batasan atau definisi kepemimpinan di atas, memberikan gambaran bahwa kepemimpinan dilihat dari sudut pendekatan apapun mempunyai sifat universal dan merupakan suatu gejala sosial.

B.     Peran Kepemimpinan
Sebelum membahas tentang pembagian peran kepemimpinan terlebih dahulu kita akan memaparkan tentang pengertian peran kepemimpinan itu sendiri. Kepemimpinan adalah adalah proses mempengaruhi aktivitas-aktivitas sebuah kelompok yang diorganisasi ke arah pencapaian tujuan. Dalam pengertian lain kepemimpinan adalah kemampuan dan keterampilan seseorang yang menduduki jabatan sebagai pimpinan satuan kerja untuk mempengaruhi orang lain, terutama bawahannya, untuk berfikir dan bertindak sedemikian rupa sehingga melalui perilaku yang positif ia memberikan sumbangan nyata dalam pencapaian tujuan organisasi. Sedangkan pengertian peran adalah perilaku yang diatur dan diharapkan dari seseorang dalam posisi tertentu. Jadi dari keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa peranan kepemimpinan adalah seperangkat perilaku yang diharapkan dilakukan oleh seseorang sesuai kedudukannya sebagai seorang pemimpin. Beberapa peran/fungsi kepemimpinan adalah sebagai berikut:
1.      Fungsi Perencanaan
Seorang pemimpin perlu membuat perencanaan yang menyeluruh bagi organisasi dan bagi diri sendiri selaku penanggung jawab tercapainya tujuan organisasi.
Manfaat – manfaat tersebut antara lain:
       a.       Perencanaan merupakan hasil pemikiran dan analisa situasi dalam pekerjaanuntuk memutuskan
             apa yang akan dilakukan
b.       Perencanaan berarti pemikiran jauh ke depan disertai keputusan – keputusan yang berdasarkan 
             atas fakta – fakta yang diketahui
c.        Perencanaan berarti proyeksi atau penempatan diri ke situasi pekerjaan yang akan dilakukan dan 
             tujuan atau target yang akan dicapai.

Perencanaan meliputi dua hal, yaitu:
      a.       Perencanaan tidak tertulis yang akan digunakan dalam jangka pendek, pada keadaan darurat, dan 
             kegiatan yang bersifat terus menerus.
b.      Perencanaan tertulis yang akan digunakan untuk menentukan kegiatan – kegiatan yang akan 
            dilakukan atas dasar jangka panjang dan penentukan prosedur – prosedur yang diperlukan.

Setiap rencana yang baik akan berisi:
a.       Maksud dan tujuan yang tetap dan dapat dipahami
b.      Penggunaan sumber – sumber enam M secara tepat
c.       Cara dan prosedur untuk mencapai tujuan tersebut

2.      Fungsi memandang ke depan
Seorang pemimpin yang senantiasa memandang ke depan berarti akan mampu mendorong apa yang akan terjadi serta selalu waspada terhadap kemungkinan. Hal ini memberikan jaminan bahwa jalannya proses pekerjaan ke arah yang dituju akan dapat berlangusng terus menerus tanpa mengalami hambatan dan penyimpangan yang merugikan. Oleh sebab seorang pemimpin harus peka terhadap perkembangan situasi baik di dalam maupun diluar organisasi sehingga mampu mendeteksi hambatan-hambatan yang muncul, baik yang kecil maupun yang besar.

3.      Fungsi pengembangan loyalitas
Pengembangan kesetiaan ini tidak saja diantara pengikut, tetapi juga unutk para pemimpin tingkat rendah dan menengah dalam organisai. Untuk mencapai kesetiaan ini, seseorang pemimpin sendiri harus memberi teladan baik dalam pemikiran, kata-kata, maupun tingkah laku sehari – hari yang menunjukkan kepada anak buahnya pemimpin sendiri tidak pernah mengingkari dan menyeleweng dari loyalitas segala sesuatu tidak akan dapat berjalan sebagaimana mestinya.

4.      Fungsi Pengawasan
Fungsi pengawasan merupakan fungsi pemimpin untuk senantiasa meneliti kemampuan pelaksanaan rencana. Dengan adanya pengawasan maka hambatan – hambatan dapat segera diketemukan, untuk dipecahkan sehingga semua kegiatan kembali berlangsung menurut rel yang elah ditetapkan dalam rencana .

5.      Fungsi mengambil keputusan
Pengambilan keputusan merupakan fungsi kepemimpinan yang tidak mudah dilakukan. Oleh sebab itu banyak pemimpin yang menunda untuk melakukan pengambilan keputusan. Bahkan ada pemimpin yang kurang berani mengambil keputusan. Metode pengambilan keputusan dapat dilakukan secara individu, kelompok tim atau panitia, dewan, komisi, referendum, mengajukan usul tertulis dan lain sebagainya.

6.      Fungsi memberi motivasi
Seorang pemipin perlu selalu bersikap penuh perhatian terhadap anak buahnya. Pemimpin harus dapat memberi semangat, membesarkan hati, mempengaruhi anak buahnya agar rajinbekerja dan menunjukkan prestasi yang baik terhadap organisasi yang dipimpinnya. Pemberian anugerah yang berupa ganjaran, hadiah, piujian atau ucapan terima kasih sangat diperlukan oleh anak buah sebab mereka merasa bahwa hasil jerih payahnya diperhatikan dan dihargai oleh pemimpinnya.
Di lain pihak, seorang pemimpin harus berani dan mampu mengambil tindakan terhadap anak buahnya yang menyeleweng, yang malas dan yang telah berbuat salah sehingga merugikan organisasi, dengan jalan memberi celaan, teguran, dan hukuman yang setimpal dengan kesalahannya. Untuk melaksanakan fungsi fungsi ini sebaik- baiknya, seorang pemimpin perlu menyelenggarakan daftar kecakapan dan kelakuan baik bagi semua pegawai sehingga tercatat semua hadiah maupun hukuman yang telah diberikan kepada mereka.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar kepemimpinan dapat berperan dengan baik, antara lain:
      a.      Yang menjadi dasar utama dalam efektivitas kepemimpinan bukan pengangkatan atau 
            penunjukannya, melainkan penerimaan orang lain terhadap kepemimpinan yang bersangkutan
b.      Efektivitas kepemimpinan tercermin dari kemampuannya untuk tumbuh dan berkembang
c.       Efektivitas kepemimpinan menuntut kemahiran untuk “membaca” situasi
d.      Perilaku seseorang tidak terbentuk begitu saja, melainkan melalui pertumbuhan dan 
            perkembangan
e.       Kehidupan organisasi yang dinamis dan serasi dapat tercipta bila setiap anggota mau 
             menyesuaikan cara berfikir dan bertindaknya untuk mencapai tujuan organisasi.

C.    Peran Kepemimpinan Dalam Pengambilan Keputusan
Kepemimpinan seseorang dalam sebuah organisasi sangat besar perannya dalam setiap pengambilan keputusan, sehingga membuat keputusan dan mengambil tanggung jawab terhadap hasilnya adalah salah satu tugas pemimpin. Sehingga jika seorang pemimpin tidak mampu membuat keputusan, seharusnya dia tidak dapat menjadi pemimpin.
Dilain hal, pengambilan keputusan dalam tinjauan perilaku mencerminkan karakter bagi seorang pemimpin. Oleh sebab itu, untuk mengetahui baik tidaknya keputusan yang diambil bukan hanya dinilai dari konsekuensi yang ditimbulkannya. Melainkan melalui berbagai pertimbangan dalam prosesnya. Kegiatan pengambilan keputusan merupakan salah satu bentuk kepemimpinan, sehingga:
1.      Teori keputusan meupakan metodologi untuk menstrukturkan dan menganalisis situasi yang tidak pasti atau berisiko, dalam konteks ini keputusan lebih bersifat perspektif daripada deskriptif
2.      Pengambilan keputusan adalah proses mental dimana seorang manajer memperoleh dan 
   menggunakan data dengan menanyakan hal lainnya, menggeser jawaban untuk menemukan informasi yang relevan dan menganalisis data; manajer, secara individual dan dalam tim, mengatur dan mengawasi informasi terutama informasi bisnisnya
3.      Pengambilan keputusan adalah proses memlih di antara alternatif-alternatif tindakan untuk
      mengatasi masalah.

Dalam pelaksanaannya, pengambilan keputusan dapat dilihat dari beberapa aspek, yaitu: proses dan gaya pengambilan keputusan.
1.      Proses pengambilan keputusan
Prosesnya dilakukan melalui beberapa tahapan seperti:
            a.       Identifikasi masalah
      b.      Mendefinisikan masalah
      c.       Memformulasikan dan mengembangkan alternative
      d.      Implementasi keputusan
      e.       Evaluasi keputusan

2.      Gaya pengambilan keputusan
Selain proses pengambilan keputusan, terdapat juga gaya pengambilan keputusan. Gaya adalah lear habit atau kebiasaan yang dipelajari.
Gaya pengambilan keputusan merupakan kuadran yang dibatasi oleh dimensi:
a.       Cara berpikir, terdiri dari:
1)      Logis dan rasional; mengolah informasi secara serial
2)      Intuitif dan kreatif; memahami sesuatu secara keseluruhan.
b.      Toleransi terhadap ambiguitas
1)      Kebutuhan yang tinggi untuk menstruktur informasi dengan cara meminimalkan 
       ambiguitas
2)      Kebutuhan yang rendah untuk menstruktur informasi, sehingga dapat memproses banyak 
       pemikiran pada saat yang sama.
Kombinasi dari kedua dimensi diatas menghasilkan gaya pengambilan keputusan seperti:
      a.       Direktif = toleransi ambiguitas rendah dan mencari rasionalitas. Efisien, mengambil keputusan 
             secara cepat dan berorientasi jangka pendek
b.      Analitik = toleransi ambiguitas tinggi dan mencari rasionalitas. Pengambil keputusan yang 
             cermat, mampu menyesuaikan diri dengan situasi baru
c.       Konseptual = toleransi ambiguitas tinggi dan intuitif. Berorientasi jangka panjang, seringkali 
            menekan solusi kreatif atas masalah
d.      Behavioral = toleransi ambiguitas rendah dan intuitif. Mencoba menghindari konflik dan 
            mengupayakan penerimaan.
 
Berdasarkan uraian di atas, maka berikut adalah upaya-upaya yang perlu ditempuh seperti:
a.       Cerna masalah
b.      Sejalan dengan peran kepemimpinan, maka terdapat perbedaan antara permasalahan tentang 
            tujuan dan metode. Dalam kondisi seperti ini peran pemimpin adalah mengambil inisiatif dalam 
            hubungannya dengan tujuan dan arah daripada metode dan cara.
c.       Identifikasi alternativ
d.      Kemampuan untuk memperoleh alternativ yang relevan sebanyak-banyaknya.
e.       Tentukan proritas
f.       Memilih diantara banyak alternativ adalah esensi dari kegiatan pengambilan keputusan.
g.      Ambil langkah
h.      Upaya pengambilan keputusan tidak berhenti pada tataran pilihan, melainkan berlanjut pada 
            langkah implementasi dan evaluasi guna memberikan umpan balik.

Pengambilan keputusan merupakan fungsi kepemimpinan yang tidak mudah dilakukan. Oleh sebab itu banyak pemimpin yang menunda untuk melakukan pengambilan keputusan. Bahkan ada pemimpin yang kurang berani mengambil keputusan. Metode pengambilan keputusan dapat dilakukan secara individu, kelompok tim atau panitia, dewan, komisi, referendum, mengajukan usul tertulis dan lain sebagainya.
Dalam setiap pengambilan keputusan selalu diperlukan kombinasi yang sebaik-baiknya dari :
      a.       Perasaan, firasat atau intuisi
b.      Pengumpulan, pengolahan, penilaian dan interpretasi fakta-fakta secara rasional – sistematis.
c.       Pengalaman baik yang langusng maupun tidak langsung.
d.      Wewenang formal yang dimiliki oleh pengambil keputusan.

Dalam pengambilan keputusan seorang pemimpin dapat menggunakan metode – metode sebagai berikut:
      a.       Keputusan–keputusan yang sifatnya sederhana individual artinya secara sendirian.
b.      Keputusan–keputusan yang sifatnya seragam dan diberikan secara terus menerus dapat
            diserahkan kepada orang – orang yang terlatih khusus untuk itu atau dilakukan dengan 
            menggunakan komputer.
c.    Keputusan–keputusan yang bersifat rumit dan kompleks dalam arti menjadi tanggung jawab 
            masyarkat lebih baik diambil secara kelompok atau majelis.

Keputusan-keputusan yang bersifat rumit dan kompleks sebab masalahnya menyangkut perhitungan–perhitungan secara teknis agae diambil dengan bantuan seorang ahli dalam bidang yang akan diambil keputusannya.

D.    Permasalahan sosial
Pengertian Masalah sosial adalah ketidaksesuaian antara unsur-unsur dalam kebudayaan atau masyarakat yang membahayakan hidupnya kelompok sosial atau menghambat terpenuhinya keinginan-keinginan pokok para warga kelompok sosial, sehingga menyebabkan rusaknya ikatan sosial.
Klasifikasi Masalah Sosial
1.      Faktor-faktor ekonomis
2.      Biologis
3.      Bio-psikologis
4.      kebudayaan

Masalah-Masalah Sosial yang penting
      1.      Kemiskinan
2.      Kejahatan
3.      Disorganisasi keluarga
4.      Masalah generasi muda
5.      Peperangan
6.      Pelanggaran terhadap norma-norma masyarakat
7.      Masalah kependudukan
8.      Masalah lingkungan
9.      Birokrasi, dan lain-lain

LANJUT KE BAB III PENUTUP >>>

MAKALAH PENTINGNYA PERAN PEMIMPIN DALAM PERMASALAHAN SOSIAL SEMOG BERMANFAAT

Contoh Makalah
Pengertian Kepemimpinan
Peran Pemimpin
Peran Kepemimpinan dalam pengambilan keputusan
Permasalahan Sosial

__________________________________________________________________ 
contoh makalah, contoh makalah lengkap, makalah lengkap, contoh makalah mahasiswa, makalah pendidikan, contoh makalah pendidikan, daftar pustaka makalah, contoh kata pengantar makalah, makalah, buat makalah, cara membuat makalah, contoh makalah, download contoh makalah, download makalah lengkap, contoh kesimpulan makalah


0 komentar:

Post a Comment