MAKALAH PEKEMBANGAN KEBUDAYAAN DAN PERADABAN KUNO MESOPOTAMIA - PUSAT MAKALAH

on
Pusat Makalah
Contoh Makalah
Contoh Makalah Lengkap
Makalah Lengkap

Kesimpulan Makalah




MAKALAH PEKEMBANGAN KEBUDAYAAN DAN PERADABAN KUNO MESOPOTAMIA

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar belakang
Asia Barat Daya, atau Asia Barat, adalah wilayah bagian sebelah barat benua Asia. Istilah "Asia Barat" lebih sering digunakan dalam tulisan mengenai arkeologi dan masa prasejarah kawasan itu.
Para ahli geografi terusik dengan ambiguitas istilah "Timur Tengah" yang lebih populer daripada "Asia Barat Daya". Negara seperti India lebih suka menggunakan istilah "Asia Barat", kemungkinan karena istilah "Timur Tengah" lebih Keeropaan (Eurocentrism). Namun ada kalangan yang menganggap Timur Tengah perlu meliputi negara-negara di Afrika Utara atau paling tidak negara Mesir saja.
Mesir kuno adalah suatu peradaban kuno di bagian timur laut afrika peradaban ini terpusat sepanjang pertengahan hingga hilir sungai nil yang mencapai kejayaannya pada sekitar abad ke 2 SM, pada masa yang disebut sebagai periode kejayaan baru. Daerahnya mencakup wilayah delta nil di utara, hingga jabel barkal di katarak ke empat nil. Pada beberapa jaman tertentu, peradaban mesir meluas hingga bagian selatan levant, gurun timur, pesisir pantai laut merah, semenanjung sinai serta gurun barat.
Peradaban mesir kuno berkembang selam kurang lebih tiga setengah abad. Dimulai dengan unifikasi awal kelompok – kelompok yang ada di lembah nil sekitar 3150 SM, sewaktu kekaisaran romawi awal menaklukan dan menyerang wilayah mesir potelemi sebagai bagian propinsi romawi. Walaupun hal ini bukanlah pendudukan asing pertama terhadap mesir periode kekuasaan romawi menimbulkan suatu perubahan politik dan agama secara terhadap dilembah nil, yang secara efektif menandai berakhirnya perkembangan peradaban independen mesir.



BAB II
PEMBAHASAN
A.    Peradaban Dan Dinamika Kerajaan Tua Di Asia Barat Daya
Daerah Mesopotamia sekarang meliputi Negara Irak. Mesopotamia terletak di antara dua aliran sungai yaitu sungai Eufrat dan Tigris. Daerah di sekitar kedua sungai itu tanahnya sangat subur dan bentuknya melengkung seperti bulan sabit sehingga sejarawan dari Amerika Serikat yaitu Breasted menyebut Mesopotamia dengan ungkapan “The Fertile Crescent Moon” (Daerah Bulan Sabit yang Subur) Daerah lembah sungai Eufrat dan Trigis disebut daerah Mesopotamia yaitu daerah yang terletak diantara aliran sungai Eufrat dan Trigis. Wilayah Mesopotamia terdiri dari negara kota yang sering terjadi peperangan. Negara kota yang kuat membawahi negara kota yang lainnya. Kepala negara kota adalah seorang raja yang merangkap sebagai kepala agama. Raja mengatur perekonomian dan memimpin pasukannya ke medan perang. Kerajaan-kerajaan yang menduduki Mesopotamia yaitu :
1.      Kerajaan Sumeria
a.      Sistem Pemerintahan
Bangsa Sumeria mengembangkan pemerintahan yang berpusat di kota Ur dekat muara sungai Eufrat. Para penguasa memiliki kekuasaan yang sangat besar. Selain sebagai kepala pemerintahan, Raja juga sebagai kepala agama sehingga raja disebut Patesi (Pendeta Raja). Raja bertanggungjawab terhadap kehidupan masyarakat baik lahir maupun batin. Raja harus mampu mengatur kehidupan ekonomi, keamanan atau ketentraman, hukum dan peradilan serta kehidupan keagamaan.
Salah seorang patesi bernama Ur Nanshe. Ia adalah Raja yang membangun kota Lagash sekitar tahun 2500 SM. Tindakan Ur Nanshe diikuti oleh Patesi (Raja) Gudea yang memerintah kira-kira tahun 2400 SM. Dialah yang menjadikan kota Lagash jadi kota yang paling berarti di Sumeria. Kira-kira pada tahun 4,500 SM, orang-orang Sumer menetap di Dataran Shinar. Tanah di dataran ini amat sesuai untuk kegiatan pertanian.
b.      Sistem Kepercayaan
Kepercayaan bangsa Sumeria bersifat Polytheisme. Mereka percaya dan menyembah banyak dewa. Salah satu dewa utama adalah Marduk. Selain itu ada dewa-dewa yang menguasai alam, yang mereka sembah yakni Enlil (Dewa bumi), Ea (Dewa air), Anu (Dewa langit), Sin (Dewa bulan), Samas (Dewa matahari) dan Ereskigal (Dewa kematian).  Kepercayaan bangsa Sumeria ini terus berkembang dan dianut oleh masyarakat yang tinggal di daerah Mesopotamia.
a)      Sistem Bangunan  Pada umumnya ditemukan kuil untuk pemujaan yang disebut ziggurat.  Ziggurat berasal dari kata zagaru yang artinya bangunan tinggi seperti gunung karena merupakan menara bertingkat yang makin lama makin kecil Bahan bangunan di Mesopotamia pada umumnya terbuat dari tanah liat yang dijemur.
c.       Sistem Pengetahuan
Hasil Kebudayaan Bangsa Sumeria :
v  Mengenal bentuk tulisan yang disebut huruf paku
v  Menggunakan batu-bata sebagai bahan bangunan untuk membuat tembok rumah
v  Mengetahui penanggalan : 1 tahun terdiri 12 bulan = 350 hari, 1 hari terdiri : 24 jam, 1 jam = 60 menit, 1 menit = 60 detik
Salah satu warisan peradaban Mesopotamia Kuno yang amat bernilai bagi umat manusia adalah kumpulan hukum yang biasa disebut Codex Hammurabi. Kumpulan hukum yang berbentuk balok batu hitam itu ditemukan di st="on"Susa tahun 1901 dalam suatu ekspedisi yang dilakukan arkeolog Perancis di bawah pimpinan M de Morgan. Kini, pada milenium ketiga, tanah yang sudah memberi banyak sumbangan bagi umat manusia ternyata masih mengalami penganiayaan, entah sampai kapan. Mungkin Hammurabi sendiri akan menangis melihat kenyataan yang bertentangan dengan apa yang pernah ditulisnya dalam Epilog codex-nya yang menggambarkan tujuannya menuliskan hukum:

2.      Kerajaan Akkadia
Dipimpin oleh Raja Sargon. Bangsa Akkadia termasuk rumpun bangsa Semit yang berasal dari daerah padang pasir. Sistem kepercayaan yang dianut yaitu palytheisme. Memiliki beberapa cerita dongeng tentang kepahlawanan, yaitu cerita tentang Adopta, Etana, dan Gilgamesh.
3.      Kerajaan Babylonia Lama (Bangsa Amorit)
Raja Babilonia I adalah Hamurabi (+1900 SM). Kekuasaannya dari Babilon-Teluk Persia. Jasa Raja Hammurabi membuat uandang-undang Hammurabi (terkenal dan tertua di dunia) yang dipahat pada kayu dan batu. Isinya mengatur tentang kehidupan rakyat dan peraturan agama. Kerajaan ini menganut kepercayaan Palytheisme. Setelah Raja Hammurabi meninggal, Kerajaan Babilonia Lama dikuasai bangsa Hittite (1900 SM). Hasil Kebudayaan bangsa Babilonia I adalah : 

  • Codex Hamurabi, yaitu undang-undang yang dipahatkan di batu yang berisi : larangan main hakim sendiri, sehingga keamanan dan keadilan masyrakat dijunjung tinggi.Hukum Perdata dan Pidana
  • Dewa Marduk merupakan Dewa Utama. Kerajaan Babilonia I hancur setelah mendapat serangan dari Bangsa Asyiria.

4.      Kerajaan Assiyria
Bangsa Asyiria merupakan bangsa yang militan dan sangat kejam. Bangsa Asyiria mendirikan kerajaan di tepi Sungai Tigris dengan ibukotanya Niniveh. Niniveh merupakan pusat peradaban bangsa Asyiria. Ibu kota kerajannya Nineveh. Wilayahnya meluas sampai Laut Tengah, Mesir, dan Arab. Raja-Rajanya adalah :

  • Raja Sargon berhasil menaklukkan Kerajaan Sumeria. Pada masa kekuasaan Raja Sargon (732 SM) bangsa Asyiria menguasai daerah : Funisia, Palestina, Libanon, dan Israel (bangsa Israel dijadikan budak)
  • Raja Sennacherib (anak Raja Sargon II) menaklukkan Pantai Barat Asia Kecil Mesir
  • Raja Assurbanipal (cucu Raja Sennacherib), Pada Masa Raja Assarbanibal (650 SM) bangsa Asyiria berhasil menguasai Mesir membuat perpustakaan dalam bentuk lempengan tanah liat bertuliskan huruf paku. Tahun 612 SM Kerajaan Assyiria ditaklukkan Bangsa Khaldea.

5.      Kerajaan Babilonia Baru
  • Nebopalasar sebagai pendiri kerajaan Babilonia baru.
  • Raja Nabopalassar adalah seorang Raja pertama
  • Pada masa Raja Nebukadnezzar Babilonia mencapai kejayaan (612-536 SM)
  • Raja Nabonidus sering melakukan serangan-serangan ke Arab
  • Raja Belshazzar adalah Raja terakhir
Hasil kebudayaan Babilonia baru adalah :
a.       The Hanging Garden
  • Taman gantung babilonia (The Hanging Garden )adalah taman yang didirikan oleh peradaban Babilonia diatas bukit-bukit buatan.Taman-taman tadi dikatakan taman gantung, karena jika dilihat-lihat seolah-olah taman itu menggantung.
  • Menara Babilonia, tidak pernah selesai karena pekerjanya berselisish faham karena tidak mengerti bahasa masing-masing
  • Babilonia baru melanjutkan kebudayaan Babilonia lama dan Sumeria
  • Telah mengenal ilmu perbintangan : gerhana matahari dan bulan. Kerajaan Babilonia berakhir ( + 536 SM). Tahun 539 SM Kerajaan Babilonia Baru ditaklukkan Bangs msir dan Persia.
 
B. Perkembangan Islam Dan Perubahan Sosial Ekonomi Di Zaman Muhammad Dan Kulafaturrasyidin

1.      Zaman Nabi Muhammad
Nabi Muhammad dilahirkan pada hari senin tanggal 12 Rabiul awal, tahun gajah, kira-kira 571 masehi. Dinamakan tahun Gajah karena pada waktu kelahiran beliau, ada seorang gubernur dari keraan Nasrani Abisinia yang memerintah di Yaman bermaksud menghancurkan Ka’bah dengan bala tentaranya yang mengendarai Gajah. Belum tercapai tujuannya tentara tersebut, Allah telah menghancurkan mereka dengan mengirimkan burung Ababil. Karena pasukan itu menggunakan Gajah, maka tahun tersebut dinamakan tahun Gajah.
a.      Penyiaran Islam secara Sembunyi-Sembunyi
Ketika wahyu pertama turun, Nabi belum diperintah untuk menyeru umat manusia menyembah dan mengesakan Allah SWT. Jibril tidak lagi datang untuk beberapa waktu lamanya. Pada saat sedang menunggu itulah kemudian turun wahyu yang kedua (Qs. Al-Mudatstsir:1-7) yang menjelaskan akan tugas Rasulullah SAW yaitu menyeru ummat manusia untuk menyembah dan mengesakan Allah SWT. Dengan perintah tersebut Rasulullah SAW mulai berdakwah secara sembunyi-sembunyi. Dakwah pertama beliau adalah pada keluarga dan sahabat-sahabatnya. Orang pertama yang beriman kepada-Nya ialah Siti Khodijah (isteri Nabi), disusul Ali bin Abi Thalib (putra paman Nabi) dan Zaid bin Haritsah (budak Nabi yang dijadikan anak angkat). Setelah itu beliau menyeru Abu Bakar (sahabat karib Nabi). Kemudian dengan perantaraan Abu Bakar banyak orang-orang yang masuk Islam.
b.      Menyiarkan Islam secara Terang-Terangan
Penyiaran secara sembunyi-sembunyi berlangsung selama 3 tahun, sampai kurun waktu berikutnya yang memerintahkan dakwah secara terbuka dan terang-terangan.3 Ketika wahyu tersebut beliau mengundang keluarga dekatnya untuk berkumpul dibukit Safa, menyerukan agar berhati-hati terhadap azap yang keras di kemudian hari (Hari Kiamat) bagi orang-orang yang tidak mengakui Allah sebagai tuhan Yang Maha Esa dan Muhammad sebagai utusan-Nya.
Setelah peristiwa ini dakwah Islam menemui kemajuan, sejumlah penduduk Yastrib datang ke Makkah untuk berhaji, mereka terdiri dari suku Khozroj dan Aus yang masuk Islam dalam tiga golongan :

1.      Pada tahun ke -10 keNabian. Hal ini berawal dari pertikaian antara suku Aus dan Khozroj, dimana mereka mendambakan suatu perdamaian.

2.      Pada tahun ke -12 ke-Nabian. Delegasi Yastrib (10 orang suku Khozroj, 2 orang Aus serta seorang wanita) menemui Nabi disebuah tempat yang bernama Aqabah dan melakukan ikrar kesetiaan yang dinamakan perjanjian Aqabah pertama. Mereka kemudian berdakwah dengan ini di temani seorang utusan Nabi yaitu Mus’ab bin Umar.

3.      Pada musim haji berikutnya. Jama’ah haji Yastrib berjumlah 73 orang, atas nama penduduk Yastrib mereka meminta Nabi untuk pindah ke Yastrib, mereka berjanji untuk membelah Nabi, perjanjian ini kemudian dinamakan Perjanjian Bai’ah Aqabah II.

c.       Rasulullah Saw Membangun Masyarakat Islam Di Madinah
Setiap musim haji tiba, banyak kabilah yang datang ke Mekah. Begitu juga nabi Muhammad SAW. Dengan giat menyampaikan dakwah islam. Diantara Kabilah yang menerima Islam adalah Khajraj dari Yatrib (Madinah). Setelah kembali ke negerinya, mereka mengabarkan adanya Nabi terakhir.
Pada tahun ke 12 kenabiannya, datanglah orang-orang Yastrid di musim haji ke Mekah dan menemui nabi di Bai’atul Akabah. Di tempat ini mereka mengadakan bai’at (perjanjian) yang isinya bahwa mereka setia pada nabi, tidak menyekutukan Allah, tidak mencuri, tidak berzina, tidak membunuh anak kecil, tidak memfitnah, dan ikut menyebarkan islam. Perjanjian ini dikenal dengan Bai’atul Akabah Ula (Perjanjian Akabah Pertama) karena dilaksanakan di bukit akabah atau disebut Bai’atun Nisa’ (perjanjian wanita) karena didalamnya terdapat seorang wanita ‘Afra binti ‘Abid bin Tsa’labah.
Lingkungan yang memungkinkan bagi Nabi Muhammad SAW untuk meneruskan dakwahnya, menyampaikan ajaran Islam dan menjabarkan dalam kehidupan sehari-hari (Syalaby,1997:117-119). Setelah tiba dan diterima penduduk Yastrib, Nabi diangkat menjadi pemimpin penduduk Madinah. Sehingga disamping sebagai kepala/ pemimpin agama, Nabi SAW juga menjabat sebagai kepala pemerintahan / Negara Islam. dasar-dasar tersebut adalah: 
1.      Mendirikan Masjid

Setelah agama Islam datang Rasulullah SAW mempersatukan seluruh suku-suku di Madinah dengan jalan mendirikan tempat peribadatan dan pertemuan yang berupa masjid dan diberi nama masjid “Baitullah”. Dengan adanya masjid itu, selain dijadikan sebagai tempat peribadatan juga dijadikan sebagai tempat pertemuan, peribadatan, mengadiliperkara dan lain sebagainya.

2.      Mempersaudarakan antara Anshor dan Muhajirin

Orang-orang Muhajirin datang ke Madinah tidak membawa harta akan tetapi membawa keyakinan yang mereka anut. Dengan itu Nabi mempersatukan golongan Muhajirin dan Anshor tersebut dalam suatu persaudaraan dibawah satu keyakinan yaitu bendera Islam.

3.      Perjanjian bantu membantu antara sesama kaum Muslim dan non Muslim

Setelah Nabi resmi menjadi penduduk Madinah, Nabi langsung mengadakan perjanjian untuk saling bantu-membantu atau toleransi antara orang Islam dengan orang non Islam. Selain itu Nabi mengadakan perjanjian yang berbunyi “kebebasan beragama terjamin buat semua orang-orang di Madinah”.

4.      Melaksanakan dasar politik, ekonomi dan sosial untuk masyarakat baru

Dengan terbetuknya masyarakat baru Islam di Madinah, orang-orang kafir Quraisy bertambah marah, maka terjadi peperangan yang pertama yaitu perang Badar pada tanggal 8 Ramadlan, tahun 2 H. Kemudian disusul dengan perang yang lain yaitu perang Uhud, Zabit dan masih banyak lagi. Pada tahun 9 H dan 10 H (630–632 M) banyak suku dari berbagai pelosok mengirim delegasi kepada Nabi bahwa mereka ingin tunduk kepada Nabi, serta menganut agama Islam, maka terwujudlah persatuan orang Arab pada saat itu. Dalam menunaikan haji yang terakhir atau disebut dengan Haji Wada tahun 10 H (631 M) Nabi menyampaikan khotbahnya yang sangat bersejarah antara lain larangan untuk riba, menganiaya, perintah untuk memperlakukan istri dengan baik, persamaan dan persaudaraan antar manusia harus ditegakkan dan masih banyak lagi yang lainnya.
2.      Masa Khulafaur Rasyidin
Khulafaur Rasyidin atau Khulafa ar-Rasyidun adalah wakil-wakil atau khalifah-khalifah yang benar atau lurus. Mereka adalah waris kepemimpinan Rasulullah selepas kewafatan junjungan kita Nabi Muhammad SAW. Para tokoh ini merupakan orang-orang yang arif bijaksana, jujur dan adil dalam memberikan keputusan dan menyelesaikan masalah-masalah yang timbul dalam masyarakat. Pada saat perlantikan mereka dibuat secara syura yaitu perbincangan para sahabat atau pilihan khalifah sebelum. Selepas pemerintahan ini, kerajaan Islam diganti oleh kerajaan Ummaiyyah. Khalifah adalah pemimpin yang diangkat sesudah nabi Muhammad SAW wafat untuk menggantikan beliau melanjutkan tugas-tugas sebagai pemimpin agama dan kepala pemerintahan.
Adapun Khulafaur Rasyidin dalam sejarah islam yang dimaksud terdiri daripada empat orang sahabat sebagai berikut:
  1. Saidina Abu Bakar ( 632-634 M )
  2. Saidina Umar bin Khatab ( 634-644 M ) 
  3.  Saidina Uthman bin Affan ( 644-656 M ) 
  4.  Saidina Ali bin Abi Talib ( 656-661 M )
Keempat khalifah diatas bukan saja berhasil dalam melanjutkan risalah islam dan menegakkan tauhid, tetapi juga menyebarluaskan ke seluruh penjuru alam ini.
a.      Khalifah Abu Bakar As-Siddiq (632-634 M )
Setelah nabi wafat, sebagai pemimpin umat islam adalah Abu Bakar As-Siddik sebagai kholifah. Kholifah adalah pemimpin yang diangkat setelah nabi wafat untuk menggantikan nabi dan melanjutkan tugas-tugas sebagai pemimpin agama dan pemerintah.
b.       Khalifah Umar Bin-Khatab ( 634-644 M )
Setelah abu Bakar menunjuk penggantinya yaitu Umar Bin Khattab, yang tujuannya adalah untuk mencegah supaya tidak terjadi perselisihan dan perpecahan dikalangan umat islam.10 Pada masa umar bin Khattab, kondisi politik dalam keadaan stabil, usaha perluasan wilayah islam pemperoleh hasil yang gemilang. Wilayah islam pada masa umar bin Khattab meliputi Semenanjung Arabiah, Palestina, Siria, Irak, Persia dan Mesir.11
Dengan meluasnya wilayah Islam mengakibatkan meluas pula kehidupan dalam segala bidang. Untuk memenuhi kebutuhan ini diperlukan manusia yang memiliki keterampilan dan keahlian, sehingga dalam hal ini diperlukan pendidikan. Pada masa Kholifah Umar Bin Khattab, sahabat-sahabat yang sangat berpengaruh tidak diperbolehkan untuk keluar daerah kecuali atas izin dari Kholifah dan dalam waktu yang terbatas. Jadi, kalau ada diantara umat Islam yang ingin belajar hadis harus pergi ke madinah, ini berarti bahwa penyebaran ilmu dan pengetahuan para sahabat dan tempat pendidikan adalah berpusat di Madinah.12
1.      Pemerintahan Saidina Umar
Semasa pemerintah Saidina Umar, Empayar Islam berkembang dengan pesat; menawan Mesopotamia dan sebahagian kawasan Parsi daripada Empayar Parsi (berjaya menamatkan Empayar Parsi), dan menawan Mesir, Palestin, Syria, Afrika Utara, dan Armenia daripada Byzantine (Rom Timur). Ada diantara pertempuran ini menunjukkan ketangkasan tentera Islam seperti Perang Yarmuk yang menyaksikan tentera Islam yang berjumlah 40,000 orang menumpaskan tentera Byzantine yang berjumlah 120,000 orang. Hal ini mengakhiri pemerintahan Byzantine di selatan Asia Kecil.
Pada tahun 637, selepas pengempungan Baitulmuqaddis yang agak lama, tentera Islam berjaya menakluk kota tersebut. Paderi besar Baitulmuqaddis yaitu Sophronius menyerahkan kunci kota itu kepada Saidina Umar. Beliau kemudiannya mengajak Saidina Umar supaya bersembahyang di dalam gereja besar Kristian yaitu gereja Church of the Holy Sepulchre. Saidina Umar menolak dan sebaliknya menunaikan solat tidak beberapa jauh daripada gereja tersebut kerana tidak ingin mencemarkan status gereja tersebut sebagai pusat keagamaan Kristian. 50 tahun kemudian, sebuah masjid yang digelar Masjid Umar dibina di tempat Saidina Umar menunaikan solat.
Saidina Umar banyak melakukan reformasi terhadap sistem pemerintahan Islam seperti menubuhkan pentadbiran baru di kawasan yang baru ditakluk dan melantik panglima-panglima perang yang berkebolehan. Semasa pemerintahannya juga kota Basra dan Kufah dibina. Saidina Umar juga amat dikenali kerana kehidupannya yang sederhana.
c.       Khalifah Usman Bin Affan ( 644-656 M )
Usman Bin Affan adalah termasuk saudagar besar dan kaya dan sangat pemurah menafkahkan kekayaannya untuk kepentingan umat islam. Usman dianggap menjadi Kholifah hasil dari pemilihan panitia enam yang ditunjuk oleh Kholifah Umar bin Khattab menjelang beliau akan meninggal. Pada masa Kholifah Usman bin Affan, pelaksanaan pendidikan islam tidak jauh berbeda dengan masa sebelumnya. Pendidikan di masa ini hanya melanjutkan apa yang telah ada, namun hanya sedikit terjadi perubahan yang mewarnai pendidikan islam. Para sahabat yang berpengaruh dan dekat dengan Rasullullah yang tidak diperbolehkan meninggalkan madinah dimasa Umar, diberikan kelonggaran untuk keluar dan menetap di daerah-daerah yang mereka sukai. Kebijakan ini sangat besar pengaruhnya bagi pelaksanaan pendidikan di daerah-daerah.
d.      .Khalifah Ali Bin Abi Thalib ( 656-661 M )
Pada tahun 656 masihi, khalifah Ali bin Abi Thalib, Islam yaitu Saidina Uthman bin Affan wafat kerana dibunuh di dalam rumahnya sendiri. Segelintir masyarakat kemudiannya mencadangkan Saidina Ali supaya menjadi khalifah tetapi Saidina Ali menolak. Selepas didesak oleh pengikutnya, beliau akhirnya menerima untuk menjadi khalifah.
Ali adalah Kholifah yang keempat setelah Usman bin Affan. Pada pemerintahannya sudah diguncang peperangan dengan Aisyah beserta Talhah dan Abdullah bin Zubair karena kesalahpahaman dalam menyikapi pembunuhan terhadap usman, peperangan di antara mereka disebut perang Jamal (unta) karena Aisyah menggunakan kendaraan unta. Setelah berhasil mengatasi pemberontakan Aisyah, muncul pemberontakan lain, sehingga masa kekuasaan Kholifah Ali tidak pernah mendapatkan ketenangan dan kedamaian.
C.    Perkembangan Tuki
1.      Perkembangan Sosial Politik Ekonomi Turki Di Bawa Dinasti Turki Utsmani
Asal-Usul Dinasti Turki Utsmani Bangsa Turki Utsmani pada awalnya adalah suku nomaden yang selama berabad-abad selalu mencari lahan perburuan baru di wilayah yang sekarang dikenal sebagai Turki. Pada awal tahun masehi, ia dinamakan Bizantium di bawah kekuasaan Romawi yang berkuasa di kawasan ini selama lebih dari empat abad .
Setelah Barbar merebut dari tangan Romawi ibukota kerajaan dipindahkan ke Konstantinopel (Ankara sekarang). Awal berdirinya Dinasti Utsmaniyah banyak tertulis dalam legenda dan sejarah sebelum tahun 1300 dengan mengorbankan kekaisaran Bizantium, dan didirikan di atas reruntuhan kerjaan Saljuk. Dinasti ini berasal dari suku Qoyigh Oghus yang menempati daerah Mongol dan daerah utara negeri Cina kurang lebih 3 abad. Lalu mereka pindah ke Turkistan, Persia dan Iraq. Mereka memeluk Islam pada abad ke-9 atau ke-10 ketika menetap di Asia Tengah.
Di bawah pimpinan Ertoghrul, mereka mengabdikan diri kepada Sultan Alaudin II yang sedang berperang melawan Bizantium. Karena bantuan mereka inilah, Bizantium dapat dikalahkan. Kemudian Sultan Alauddin memberi imbalan tanah di Asia Kecil yang berbatasan dengan Bizantium. Sejak itu mereka terus membina wilayah barunya dan memilih kota Syukud sebagai ibukota . Ertoghrul meninggal Dunia tahun 1289. Kepemimpinan dilanjutkan oleh puteranya, Utsman. Nama kerajaan Utsmaniyah itu diambil dari dan dibangsakan kepada nenek moyang mereka yang pertama yaitu Sultan Utsmani Ibnu Erthoghol yang diperkirakan lahir tahun 1258 . Keika bangsa Mongol menyerang Kerajaan Seljuk, yang mengakibatkan meninggalnya Sultan Alaudin. Setelah meninggalnya Sultan Alaudin, Utsman memproklamarkan dirinya sebagai Sultan di wilayah yang didudukinya.
Utsman bin Erthoghol sering disebut Utsman I. Utsman Ibnu Erthoghol memerintah dari tahun 1290-1326 M Utsman I memilih Bursa sebagai pusat dan ibukota kerajaan yang sebelumnya berpusat di Qurah Hisyar atau Iskisyihar. Untuk memperluas wilayah dan kekuasaan Utsman mengirim surat kepada raja-raja kecil di Asia Tengah yang belum ditaklukkan bahwa sekarang dia raja yang besar dan memberi penawaran agar raja-raja kecil itu memilih salah satu diantara tiga perkara, yakni; Islam, membayar Jizyah dan diperangi.
b.      Moderisasi Turki Usmani
Kemajuan dan perkembangan wilayah kerajaan Utsmani yang luas berlangsung dengan cepat dan diikuti oleh kemajuan-kemajuan dalam bidang-bidang kehidupan lain yang penting, diantaranya : 1. Bidang Kemiliteran dan Pemerintahan Untuk pertama kalinya Kerajaan Utsmani mulai mengorganisasi taktik, strategi tempur dan kekuatan militer dengan baik dan teratur. Sejak kepemimpinan Ertoghul sampai Orkhan adalah masa pembentukan kekuatan militer. Perang dengan Bizantium merupakan awal didirikannya pusat pendidikan dan pelatihan militer, sehingga terbentuklah kesatuan militer yang disebut dengan Jenissari atau Inkisyariah. Selain itu kerajaan Utsmani membuat struktur pemerintahan dengan kekuasaan tertinggi di tangan Sultan yang dibantu oleh Perdana Menteri yang membawahi Gubernur.
1.         Terdapat dua surat kabar yang muncul pada masa itu yaitu: 1. Berita harian Takvini Veka dan 2. Jurnal Tasviri Efkyar
2.         Pendidikan, terjadi transformasi pendidikan dengan mendirikan sekolah-sekolah dasar, menengah, dan perguruan tinggi, fakultas kedokteran, fakultas hokum dan mengirinkan pelajar yang berprestasi ke Prancis.
3.         Sejarawan Istana, Arifi karyanya sha-name-I-Al-I Osman, cerita tentang keluarga raja-raja Utsmani Kemajuan-kemajuan yang diperoleh .
Kerajaan Turki Utsmani tersebut tidak terlepas daripada kelebihan-kelebihan yang mereka miliki, antara lain:
  • Mereka adalah bangsa yang penuh semangat, berjiwa besar dan giat. Diliputi semangat perang salib
  • Mereka memiliki kekuatan militer yang besar. Kekuasaan mereka meliputi tiga benua: Eropa, Asia dan Afrika.
  • Bangsa Utsmaniyah menghuni tempat yang sangat strategis, yaitu Constantinopel yang sangat penting pada peta dunia. ibukota istanbul ditinjau dari keadaan tanahnya sangat strategis. Tidak ada bandingannya. Ia berada pada titik-temua antara asia dan Eropa .
  •  Semangat Jihad dan ingin mengembangkan Islam
  • Suka Menolong muslim lainnya. Mereka telah mendatangi Eropa timur untuk meringankan tekanan kaum nasrani terhadap andalusia. Mereka juga mengusir Portugis di negeri-negeri muslim. Mereka juga menggagalkan usaha Portugis menguasai tanah haram.
Disamping itu keberanian, ketangguhan dan kepandaian taktik yang dilakukan olah para penguasa Turki Utsmani sangatlah baik, serta terjalinnya hubungan yang baik dengan rakyat kecil, sehingga hal ini pun juga mendukung dalam memajukan dan mempertahankan kerajaan Turki Utsmani. E. Sebab-sebab kemunduran Turki Utsmani Kemunduran Turki Utsmani terjadi setelah wafatnya Sulaiman Al-Qonuni.






BAB III
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
Daerah Mesopotamia sekarang meliputi Negara Irak. Mesopotamia terletak di antara dua aliran sungai yaitu sungai Eufrat dan Tigris. Daerah di sekitar kedua sungai itu tanahnya sangat subur dan bentuknya melengkung seperti bulan sabit sehingga sejarawan dari Amerika Serikat yaitu Breasted menyebut Mesopotamia dengan ungkapan “The Fertile Crescent Moon” (Daerah Bulan Sabit yang Subur) Daerah lembah sungai Eufrat dan Trigis disebut daerah Mesopotamia yaitu daerah yang terletak diantara aliran sungai Eufrat dan Trigis. Wilayah Mesopotamia terdiri dari negara kota yang sering terjadi peperangan. Negara kota yang kuat membawahi negara kota yang lainnya.
Sejumlah penduduk Yastrib datang ke Makkah untuk berhaji, mereka terdiri dari suku Khozroj dan Aus yang masuk Islam dalam tiga golongan :
  • Pada tahun ke -10 keNabian. Hal ini berawal dari pertikaian antara suku Aus dan Khozroj, dimana mereka mendambakan suatu perdamaian.
  • Pada tahun ke -12 ke-Nabian. Delegasi Yastrib (10 orang suku Khozroj, 2 orang Aus serta seorang wanita) menemui Nabi disebuah tempat yang bernama Aqabah dan melakukan ikrar kesetiaan yang dinamakan perjanjian Aqabah pertama. Mereka kemudian berdakwah dengan ini di temani seorang utusan Nabi yaitu Mus’ab bin Umar.
  • Pada musim haji berikutnya. Jama’ah haji Yastrib berjumlah 73 orang, atas nama penduduk Yastrib mereka meminta Nabi untuk pindah ke Yastrib, mereka berjanji untuk membelah Nabi, perjanjian ini kemudian dinamakan Perjanjian Bai’ah Aqabah II.
Adapun Khulafaur Rasyidin dalam sejarah islam yang dimaksud terdiri daripada empat orang sahabat sebagai berikut:
  1. Saidina Abu Bakar ( 632-634 M )
  2. Saidina Umar bin Khatab ( 634-644 M )
  3. Saidina Uthman bin Affan ( 644-656 M )
  4. Saidina Ali bin Abi Talib ( 656-661 M )


Keempat khalifah diatas bukan saja berhasil dalam melanjutkan risalah islam dan menegakkan tauhid, tetapi juga menyebarluaskan ke seluruh penjuru alam ini.

Asal-Usul Dinasti Turki Utsmani Bangsa Turki Utsmani pada awalnya adalah suku nomaden yang selama berabad-abad selalu mencari lahan perburuan baru di wilayah yang sekarang dikenal sebagai Turki. Pada awal tahun masehi, ia dinamakan Bizantium di bawah kekuasaan Romawi yang berkuasa di kawasan ini selama lebih dari empat abad .
Dinasti ini berasal dari suku Qoyigh Oghus yang menempati daerah Mongol dan daerah utara negeri Cina kurang lebih 3 abad. Lalu mereka pindah ke Turkistan, Persia dan Iraq. Mereka memeluk Islam pada abad ke-9 atau ke-10 ketika menetap di Asia Tengah.
Periodisasi Turki Utsmani dibagi ke lima priode yaitu:
1. Periode I(1299-1402): pertumbuhan dan perkembangan kekuasaan yang disusul dengan perluasan wilayah hingga menyeberang ke daratan Eropa. Kekuatan Timur Lenk kemudian dapat membendung langkah maju Turki Utsmani, di mana mereka dapat merebut wilayah Timur kerajaan pada 1402.
2.  Periode ke II (1403-1566). Masa transisi; anak-anak Bayazid berebut kekuasaan, sampai akhirnya dikuasai penuh oleh Muhammad. Muhammad al-Fatih menaklukan Konstantinopel pada 1453, sementara Salim menaklukan Mesir pada 1517
3.    Periode ke III (1566-1703). Hanya bertahan dan tidak terjadi perluasan wilayah; bahkan ada wilayahnyayang sudah jatuh (seperti Hongaria) ke pihak musuh.
4.  Periode ke IV (1703-1839) masa kemunduran. 5. Periode ke V (1839-1924) terjadi modernisasi sampai kemudian jatuh pada 1924. Berdirilan Republik Islam Turki. DAFTAR PUSTAKA LIHAT DISINI >>>

 MAKALAH PEKEMBANGAN KEBUDAYAAN DAN PERADABAN KUNO MESOPOTAMIA SEMOGA BERMANFAAT


_________________________________________________________________________________ 
contoh makalah, contoh makalah lengkap, makalah lengkap, contoh makalah mahasiswa, makalah pendidikan, contoh makalah pendidikan, daftar pustaka makalah, contoh kata pengantar makalah, makalah, buat makalah, cara membuat makalah, contoh makalah


0 komentar:

Post a Comment