MAKALAH HUKUM JUAL BELI DALAM EKONOMI ISLAM - PUSAT MAKALAH

on

Pusat Makalah
Contoh Makalah
Contoh Makalah Lengkap
Makalah Lengkap
Kesimpulan Makalah


MAKALAH HUKUM JUAL BELI DALAM EKONOMI ISLAM


BAB I
PENDAHULUAN
 
      A. LATAR BELAKANG
Manusia sebagai makhluk hidup mempunyai kebutuhan yang bersifat fisik dan non fisik. Kebutuhan itu tidak pernah dapat dihentikan selama hidup manusia. Untuk mencapai kebutuhan itu, satu sama lain saling bergantung. Manusia sebagai makhluk sosial tidak mungkin dapat hidup seorang diri. Manusia pasti memerlukan kawan atau orang lain. Oleh karena itu, manusia perlu saling hormat menghormati, tolong menolong dan saling membantu dan tidak boleh saling menghina, menzalimi, dan merugikan orang lain
Dalam upaya menanamkan kepekaan untuk saling tolong menolong, kita dapat mebiasakan diri dengan menginfakkan atau memberikan sebagian rezeki yang kita peroleh meskipun sedikit, seperti memberikan santunan kepada fakir miskin, orang tua  dan  jompo,  mengangkat anak  asuh,  memberi bantuan kepada  orang  yang sedang menuntut ilmu, membangun sarana umum (jalan), serta mencari upaya mengentaskan kemiskinan yang ada di masyarakat
Dalam surah Al-Isra dijelaskan bahwa :
“(26) Dan Berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang ada dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghamburkan (hartamu) dengan boros. (27) Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudaranya setan dan sesungguhnya setan itu sangat ingkar kepada tuhannya.” (QS Al Isra : 26-27)
Allah mengingatkan bahwa betapa buruknya sifat orang yang boros. Mereka dikatakan sebagai  saudaranya  setan.  Orang  yang  boros  bermakna  orang  yang membelanjakan hartanya dalam perkara yang tidak mengandung manfaat berarti. Ada sebuah hadis yang terkait dengan perbuatan mubazir (boros) ini, yakni yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar. Dia berkata bahwa rasulullah telah melintas di  tempat  Saad  sedang  mengambil wudu,  kemudian  rasulullah  menegur  Saad karena begitu boros. Lalu Saad menanyakan apakah di dalam wudu juga terdapat boros (mubazir)
Berbuat baik  merupakan misi Islam terpenting bagi kehidupan manusia. Islam  memerintahkan  Muslim  untuk  berbuat  baik  kepada  semua  makhluk, terutama kepada sesama manusia. Dalam Alquran, perintah berbuat baik kadangkala beriringan dengan perintah menegakkan keadilan. Ini mengisyaratkan tegak dan berkembangnya perbuatan baik dalam kehidupan manusia didukung kebiasaan berlaku adil. Allah berfirman, "Sesungguhnya Allah menyuruh kamu berlaku adil dan berbuat kebaikan,  memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan”.
     
    B.     RUMUSAN MASALAH
1.      Apakah yang dimaksud dengan Muamalah ?
2.      Apa sajakah asas-asas transaksi ekonomi dalam islam ?
3.      Bagaimana cara penerapan transaksi ekonomi dalam islam ?
4.      Apakah yang dimaksud dengan Jual beli ?

    C.    TUJUAN PENULISAN
Adapun tujuan penulisan dari makalah ini yaitu :
1.      Untuk mengetahui apa definisi muamalah.
2.      Untuk mengetahui asas-asas transaksi ekonomi dalam islam.
3.      Untuk mengamalkan cara transaksi ekonomi yang benar menurut islam dalam kehidupan sehari-hari.
4.      Untuk mengetahui apa arti jual beli dalam ekonomi islam.


BAB II
PEMBAHASAN
A.    PENGERTIAN MUAMALAH
Dalam  buku  enslikopedia islam  jilid  3  halaman 245  dijelaskan bahwa muamalah merupakan bagian dari hukum islam yang mengatur hubungan antara seseorang dan orang lain, baik seseorang itu pribadi tertentu maupun berbentuk badan hukum, seperti perseoran, firma, yayasan, dan negara. Contoh hukum islam yang termasuk muamalah, seperti jual beli, sewamenyewa, perserikatan dibidang pertanian dan perdagangan, serta usaha perbangkan dan asuransi yang islami.
Secara fikih, muamalah berarti hukum-hukum yang ada hubunganya dengan tindakan manusia dengan masalah dunia. contoh muamalah diantaranya jual beli, utang piutang, kerja sama dagang, dan sewa menyewa.
Dari pengertian muamalah tersebut ada yang berpendapat bahwa muamalah hanya menyangkut permasalahan hak dan harta yang muncul dari transaksi antara seseorang dengan orang lain atau antara seseorang dan badan hukum atau antara badan hukum yang satu dan yang lain.
B.     ASAS-ASAS TRANSAKSI EKONOMI DALAM ISLAM
Transaksi ekonomi adalah perjanjian atau akad dalam bidang ekonomi. Dalam hal ini banyak macam dan cara yang dilakukan oleh seseorang dalam hidup bermasyarakat agar kegiatan ekonomi tidak bertentangan dengan syariah Islam. Karena pada dasarnya semua akad dan muamalah boleh dilakukan kecuali ada ketentuan dari nash (Al-Quran dan Hadis) yang melarangnya.  Oleh karena itu, kaidah-kaidah  dalam  bidang  muamalah  dapat  saja  berubah  seiring  dengan perubahan zaman, asal tidak bertentangan dengan ruh islam. Dan mendapatkan hasil transaksi ekonomi yang benar-benar halal, maka harus memperhatikan asas- asas transaksi syariah Islam
Asas-asas transaksi ekonomi islam adalah sebagai berikut:

1.      Saling menguntungkan
Pihak-pihak  yang  bertransaksi harus  merasa  saling  diuntungkan.  Dalam  suatu transaksi tidak boleh ada salah satu pihak yang merasa dirugikan.   Hendaknya kedua belah pihak tersebut harus saling menepati janji.

2.      Sukarela
Dalam melakukan transaksi, pihak-pihak yang bertransaksi melakukannya dengan sukarela dan tidak ada paksaan dari pihak manapun.

3.      Transaksi dilaksanakan dengan niat baik
Dalam islam transaksi harus didasari niat yang baik. Tidak boleh bertransaksi dengan tujuan untuk mencelakakan atau mencuri pihak lain.

4.      Mengikat kedua belah pihak
Transaksi  mengikat  kedua  belah  pihak  yang  bertransaksi.  Pihak-pihak  yang bertransaksi wajib memenuhi kewajiban yang disepakati dalam transaksi tersebut.

5.      Asas manfaat transaksi
Asas  manfaat  atau  keuntungan  ialah  setiap  transaksi  dirasakan  sangat  besar manfaat dan keuntunannya bagi kehidupan masyarakat.

Asas-asas ekonomi Islam meliputi:

1.      Kesatuan (unity)
2.      Keseimbangan (equilibrium)
3.      Kebebasan
4.      Tanggung jawab

C.    TUJUAN EKONOMI ISLAM
Segala aturan yang diturunkan Allah swt dalam system Islam mengarah pada tercapainya kebaikan, kesejahteraan, keutamaan, serta menghapuskan kejahatan, kesengsaraan, dan kerugian pada seluruh ciptaan-Nya. Demikian pula dalam hal ekonomi, tujuannya adalah membantu manusia mencapai kemenangan di dunia dan di akhirat. Seorang   fuqaha   asal   Mesir   bernama   Prof.Muhammad   Abu   Zahrah mengatakan ada tiga sasaran hukum Islam yang menunjukan bahwa Islam diturunkan sebagai rahmat bagi seluruh umat manusia, yaitu:
1.  Penyucian jiwa  agar  setiap  muslim bisa  menjadi sumber kebaikan bagi masyarakat dan lingkungannya.
2.   Tegaknya keadilan dalam masyarakat. Keadilan yang dimaksud mencakup aspek kehidupan di bidang hukum dan muamalah.
3.        Tercapainya  maslahah (merupakan puncaknya). Para  ulama  menyepakati bahwa  maslahah  yang  menjad  puncak  sasaran  di  atas  mencaku  p  lima jaminan dasar:
-          Keselamatan keyakinan agama ( al din)
-          Kesalamatan jiwa (al nafs)
-          Keselamatan akal (al aql)
-          Keselamatan keluarga dan keturunan (al nasl)
-          Keselamatan harta benda (al mal)

D.    PRINSIP-PRINSIP EKONOMI ISLAM
Secara garis besar ekonomi Islam memiliki beberapa prinsip dasar:
1.       Berbagai sumber daya dipandang sebagai pemberian atau titipan dari Allah swt kepada manusia.
2.       Islam mengakui pemilikan pribadi dalam batas-batas tertentu.
3.       Kekuatan penggerak utama ekonomi Islam adalah kerja sama.
4.       Ekonomi Islam menolak terjadinya akumulasi kekayaan yang dikuasai oleh segelintir orang saja.
5.   Ekonomi   Islam   menjamin  pemilikan  masyarakat  dan   penggunaannya direncanakan untuk kepentingan banyak orang.
6.       Seorang mulsim harus takut kepada Allah swt dan hari penentuan di akhirat nanti.
7.       Zakat harus dibayarkan atas kekayaan yang telah memenuhi batas (nisab)
8.       Islam melarang riba dalam segala bentuk.

1.        Ketentuan Hukum Jual Beli
Jual beli dalam bahasa Arab terdiri dari dua kata yang mengandung makna berlawanan  yaitu Al  Bai yang artinya jual dan Asy Syiraa yang artinya beli. Menurut istilah hukum Syara, jual beli adalah penukaran harta (dalam pengertian luas)  atas  dasar  saling  rela  atau  tukar  menukar  suatu  benda  (barang)  yang dilakukan antara dua pihak dengan kesepakatan (akad) tertentu atas dasar suka sama suka (QS Az Zumar : 39, At Taubah : 103, Hud : 93)
Hadis Nabi Muhammad SAW menyatakan sebagai berikut :
 “Sesungguhnya jual beli itu hanya sah jika suka suka sama suka.” (HR.Bukhari)
2.        Rukun dan Syarat Jual Beli
Rukun jual beli meliputi:

a.       Ada penjual
b.      Ada alat tukar (uang)
c.       Ada pembeli
d.      Ada akad atau ijab kabul atau serah terima
e.       Ada barang yang diperjualbelikan


3.        Syarat jual beli meliputi
a.       Syarat orang yang berakad
-          Berakal
-          Orang yang melakukan akad adalah orang yang berbeda
b.      Syarat Ijab dan Kabul
-          Orang yang mengucapkannya telah akil balig dan berakal
-          Kabul sesuai dengan ijab
-          Ijab dan kabul sebaiknya dilakukan dalam satu majelis
c.       Syarat Barang yang Diperjualbelikan
-          Barang itu ada, atau tidak ada di tempat tetapi penjual sanggup mengadakannya
-          Dapat dimanfaatkan dan bermanfaat bagi manusia
-          Milik sah penjual atau orang yang mewakilkan
-          Bisa diserahkan saat akad atau pada waktu yang disepakati
d.      Syarat Nilai Tukar (Harga Barang)
As-samn adalah harga pasar yang berlaku di tengah-tengah masyarakat secara aktual.
As-Sir adalah modal barang yang seharusnya diterima para pedagang sebelum dijual ke konsumen.
-          Harga yang disepakati harus jelas jumlahnya
-          Bisa diserahkan waktu akad, sekalipun secara hukum
-          Jual beli barter (muqayyadah), barang yang dijadikan nilai tukar bukan barang yang diharamkan syara.
4.        Macam-macam Jual Beli

a.       Jual beli yang sahih
Adalah jual beli yang memenuhi rukun dan syarat yang ditentukan.

b.      Jual beli yang batil
Adalah jual beli yang tidak terpenuhi salah satu atau seluruh rukun dan syarat yang ditentukan
Macam-macam jual beli yang batil yaitu:
a)      Jual beli sesuatu yang tidak ada.
b)      Menjual barang yang tidak bisa diserahkan kepada pembeli
c)  Jual beli buah-buahan atau padi-padian yang belum sempurna matangnya d) Jual beli yang mengandung unsur penipuan
d)     Jual beli benda-benda najis
e)  Jual beli al-„arbun (jual beli yang bentuknya melalui perjanjian, jika barang yang sudah dibeli dikembalikan oleh pembeli, maka uang yang telah diberikan kepada penjual menjadi hibah bagi penjual)
f)       Jual beli air  sungai,  air  danau,  air  laut  dan air  yang tidak  boleh dimiliki seseorang
g)      Jual beli yang bergantung pada suatu syarat tertentu
h)   Jual  beli  al-majhul  (benda  atau  barangnya  secara  global  tidak  diketahui), dengan syarat kemajhulannya (ketidakjelasannya) itu bersifat menyeluruh
i)        Jual  beli  sebagian  barang  yang  sama  sekali  tidak  dapat  dipisahkan  dari satuannya
j)        Jual beli ajal (al-ajl)
Jual Beli yang dilarang dan batal hukumnya adalah :
a)      Barang yang dihukumkan najis oleh agama seperti anjing, babi, berhala, bangkai dan khamar.
b)   Jual beli sperma (mani) hewan, seperti mengawinkan seekor domba jantan dengan betina agar dapat memperoleh keturunan, jual beli ini haram hukumnya karena Rasulullah SAW bersabda :
Dari Ibn Umar ra berkata : Rasulullah SAW telah melarang menjual manibinatang. (HR. Bukhari)
c)      Jual beli anak binatang yang masih berada dalam perut induknya.
d)     Jual  beli  dengan  mukhadharah  yaitu  menjual  buah-buahan  yang  belum pantas untuk dipanen.
e)      Jual beli dengan munabadzah yaitu jual beli secara lempar-melempar.
f)    Jual beli gharar yaitu jual beli yang samar sehingga kemungkinan adanya penipuan, contoh : penjualan ikan yang masih dikolam.
g)  Larangan menjual makanan sehingga dua kali ditakar, hal ini menunjukkan kurang saling mempercayainya antara penjual dan pembeli.
Jual Beli yang Sah akan tetapi dilarang
a)     Mencegat para pedagang dan membeli barang dagangan mereka dengan murah untuk dijual lagi dengan harga yang tinggi.
b)       Jual beli dengan maksud untuk ditimbun.
c)       Menjual barang yang akan digunakan si pembeli untuk maksiat.
d)      Jual  beli  system  najsyi  (menawar  barang  dengan  maksud  hanya  untuk memengaruhi  orang  lain  agar  mau  membeli,  sedangkan  yang  menawar adalah si pembeli).
e)       Monopoli yaitu menimbun barang agar orang lain tidak membeli meskipun dengan harga pasaran.
5.        Khiyar
Khiyar artinya boleh memilih untuk meneruskan kesepakatan (akad) jual beli atau membatalkannya. Ada tiga macam khiyar yaitu sebagai berikut.

1)      Khiyar Majelis
Adalah khiyar yang berlangsung selama penjual dan pembeli masih tetap ditempat jual beli. Khiyar majelis ini berlaku pada semua macam jual beli.

2)      Khiyar Syarat
Adalah khiyar setelah mempertimbangkan satu atau dua hari. Setelah hari yang ditentukan tiba, maka jual beli harus ditegaskan untuk dilanjutkan atau dibatalkan. Masa khiyar syarat selambat-lambatnya tiga hari

3)      Khiyar Aib (cacat)
Adalah si pembeli boleh mengembalikan barang yang dibelinya, apabila barang   tersebut   diketahui   ada   cacatnya.   Kecacatan   itu   sudah   ada sebelumnya, namun tidak diketahui oleh si penjual maupun si pembeli.
E.     CONTOH TRANSAKSI EKONOMI DALAM ISLAM
Syirkah atau Syarikat merupakan suatu akad dalam bentuk kerja sama, baik dalam bidang modal maupun jasa antara pemilik modal dan pemilik jasa tertentu.

1.      Rukun Syirkah:
  • Sigat atau surat perjanjian
  • Ada orang-orang yang berserikat
  •  Pokok pekerjaan (modal)

2.      Syarat Syirkah:
       a.        Lafal  akad  atau  surat  perjanjian  yang  berisi  izin  untuk  membelanjakan barang dan penentuan
              presentasi keuntungan
       b.       Anggota perseorangan atau perkongsian; 
  • sehat akalnya 
  • balig 
  • merdeka dan dengan kehendak sendiri

3.      Pokok atau modal harus jelas;
a.       jika modal berupa barang, maka barang tersebut dapat dihitung dengan nilai uang atau dapat diuangkan
b.      jika modal berupa dua jenis barang pokok yang berbeda, maka keduanya dicampurkan sehingga
      sebelum akad, keduanya tidak dapat dibedakan lagi

4.      Jenis-jenis Syirkah:

a.       Syirkah Harta (Syirkah „Inan) 
     Yaitu  akad  dari  dua  orang  atau  lebih  untuk  bersyarikat/berkongsi pada harta/modal yang  
      ditentukan untuk memperoleh keuntungan. Contoh: Firma, CV, PT
b.      Syirkah Kerja
                 Yaitu gabungan dua orang atau lebih untuk bekerja sama dalam suatu jenis pekerjaan dengan
                  ketentuan hasil dibagi sesuai perjanjian.
F.     PENERAPAN TRANSAKSI EKONOMI DALAM ISLAM
Beberapa aspek perilaku yang mencerminkan kepatuhan terhadap hukum Islam di segala aspek kehidupan, khusunya tentang transaksi ekonomi dalam Islam sebagai berikut.
1.      Tanggung jawab
2.      Tolong menolong
3.      Saling melindungi
4.      Adil
5.      Amanah/jujur




BAB III
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
Pluralitas agama, sosial dan budaya di Indonesia tidak cukup menjadi alasan untuk membatasi implementasi hukum Islam hanya sebagai hukum keluarga. Dalam bidang  muamalah  (ekonomi  syariah) misalnya, hukum perbankan  dan perdagangan dapat diisi dengan konsep hukum Islam. Terlebih kegiatan di bidang ekonomi  syariah   di Indonesiadalam    perkembangannya    telah    mengalami pertumbuhan yang signifikan, namun banyak menyisakan permasalahan karena belum terakomodir secara baik dalam regulasi formil yang dijadikan rujukan oleh Pengadilan Agama sebagai lembaga yang berwenang menyelesaikan persoalan tersebut.
Kebebasan beragama adalah hak setiap manusia. Hak yang melekat pada manusia karena ia adalah manusia. Hak untuk menyembah Tuhan diberikan oleh Tuhan, tidak ada seorang pun yang boleh mencabutnya. Negara pun tidak berhak merampas hak tersebut dari setiap individu. Pengakuan hak kebebasan beragama yang melekat dalam setiap individu tersebut dinyatakan dengan gamblang dalam deklarasi universal HAM Pasal 1 dan 18.
B.     SARAN
Semoga dengan dibuatnya makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembacanya. Berjuanglah demi hidup yang lebih baik, tingkatkan prestasimu dan antusiaslah dalam Agama Islam karena Islam dapat membuat hidup kita lebih baik dan benar. Kami membuat makalah tentang muamalah ini bertujuan untuk meningkatkan dan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari tentang bagaimana transaksi yang baik dalam ajaran Islam. DAFTAR PUSTAKA LIHAT DISINI >>>


MAKALAH HUKUM JUAL BELI DALAM EKONOMI ISLAM SEMOGA BERMANFAAT

_________________________________________________________________________________ 
contoh makalah, contoh makalah lengkap, makalah lengkap, contoh makalah mahasiswa, makalah pendidikan, contoh makalah pendidikan, daftar pustaka makalah, contoh kata pengantar makalah, makalah, buat makalah, cara membuat makalah, contoh makalah

1 komentar:

  1. Rebat FBS TERBESAR – Dapatkan pengembalian rebat atau komisi hingga 70% dari setiap transaksi yang anda lakukan baik loss maupun profit,bergabung sekarang juga dengan kami
    trading forex fbsasian.com
    -----------------
    Kelebihan Broker Forex FBS
    1. FBS MEMBERIKAN BONUS DEPOSIT HINGGA 100% SETIAP DEPOSIT ANDA
    2. FBS MEMBERIKAN BONUS 5 USD HADIAH PEMBUKAAN AKUN
    3. SPREAD FBS 0 UNTUK AKUN ZERO SPREAD
    4. GARANSI KEHILANGAN DANA DEPOSIT HINGGA 100%
    5. DEPOSIT DAN PENARIKAN DANA MELALUI BANL LOKAL Indonesia dan banyak lagi yang lainya
    Buka akun anda di fbsasian.com
    -----------------
    Jika membutuhkan bantuan hubungi kami melalui :
    Tlp : 085364558922
    BBM : fbs2009

    ReplyDelete