MAKALAH HUBUNGAN SOSIOLINGUISTIK DENGAN ILMU-ILMU LAIN - PUSAT MAKALAH

on
Pusat Makalah
Contoh Makalah
Contoh Makalah Lengkap
Makalah Lengkap

Kesimpulan Makalah



MAKALAH HUBUNGAN SOSIOLINGUISTIK 

DENGAN ILMU-ILMU LAIN


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
            Hakikat bahasa menurut Harimurti Kridalaksana dalam Kamus Linguistik edisi ketiga adalah sistem lambang bunyi yang arbitrer, yang dipergunakan oleh para anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasikan diri. Linguistik makro mengkaji hubungan bahasa dengan factor-faktor di luar bahasa. Dengan kta lain linguistik makro mengkaji hubungan bahasa dengan masyarakat pemakai bahasa dan situasi pengguna bahasa. Dalam pengelompokannya sosiolinguistik termasuk  ke dalam linguistik makro.
            Sebagai mahluk sosial, manusia tidak bisa hidup tanpa berhubungan dengan orang lain. Dalam arti kata kita membutuhkan teman untuk saling berkomunikasi. Tujuan kita berkomunikasi kepada lawan bicara itu sendiri adalah untuk menyampaikan pesan dan menjalin hubungan sosial.
            Banyak pendapat yang mengatakan bahwa budaya suatu masyarakat itu akan tercermin dari kesantunan yang diterapkannya, termasuk kesantunan dalam berbahasa. Apalagi setiap masyarakat selalu ada hierarkhi sosial yang dikenakan pada kelompok-kelompok anggota mereka. Hal ini terjadi karena mereka telah menentukan penilaian tertentu, misalnya, antara tua – muda, majikan – buruh, guru – murid, kaya – miskin, dan status lainnya, ada perbedaan dalam tata cara berbahasa. Bahasa yang digunakan ketika berbicara dengan orang yang lebih tua tentu akan berbeda dengan bahasa yang digunakan ketika kita berbicara dengan anak kecil. Hal-hal inilah yang akan menjadi dasar dalam pembahasan sosiolinguistik.


BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Sosiolinguistik
            Sosio adalah masyarakat, dan linguistik adalah kajian bahasa. Jadi sosiolinguistik adalah kajian tentang bahasa yang dikaitkam dengan kondisi kemasyarakatan [dipelajari oleh ilmu-ilmu sosial khususnya sosiologi]. Istilah sosiolinguistik muncul pada tahun 1952, dalam karya Haver C. Currie yang menyarankan perlu adanya penelitian dengan hubungan antara perilaku ujaran dengan status social . Fishman sendiri dalam bukunya yang terbit tahun 1970, menggunakan nama sosiolinguistics , tapi pada tahun 1972 menggunakan nama sociology of language. Haliday seorang linguis Inggris, yang banyak memperhatikan segi kemasyarakatan bahasa , dalam bukunya The Linguistics Science and Language Teacing, yang menggunakan istilah institutional, lintics Sciense and Language Teaching.
            Menurut KBBI Daring, sosiolinguistik adalah ilmu tentang bahasa yang digunakan di dalam interaksi sosial; cabang linguistik tentang hubungan dan saling pengaruh antara perilaku bahasa dan perilaku sosial. (http://pusatbahasa.kemdiknas.go.id/kbbi/index.php)
            Ferdinaen Saragih (2008) dalam http: //sigodang. blogspot. Com /2008/10/ pengertian-sosiolinguistik-selengkapnya.html) menyebutkan pengertian sosiolinguistik yaitu cabang linguistik yang mengkaji hubungan antara bahasa dan masyarakat penuturnya.
Selain itu, terdapat juga beberapa pengertian linguistik lainnya menurut beberapa ahli linguistik:
1.      Abdul Chaer (2004:2) berpendapat bahwa intinya sosiologi itu adalah kajian yang objektif mengenai manusia di dalam masyarakat, mengenai lembaga-lembaga, dan proses sosial yang ada di dalam masyarakat, sedangkan pengertian linguistik adalah bidang ilmu yang mempelajari bahasa atau bidang ilmu yang mengambil bahasa sebagai objek kajiannya. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa sosiolinguistik adalah bidang ilmu antardisiplin yang mempelajari bahasa dalam kaitannya dengan penggunaan bahasa itu di dalam masyarakat.

  1. Sumarsono (2007:2) mendefinisikan sosiolinguistik sebagai linguistik institusional yang berkaitan dengan pertautan bahasa dengan orang-orang yang memakai bahasa itu.
  2.  Rafiek (2005:1) mendefinisikan sosiolinguistik sebagai studi bahasa dalam pelaksanaannya itu bermaksud/bertujuan untuk mempelajari bagaimana konvensi-konvensi tentang relasi penggunaan bahasa untuk aspek-aspek lain tentang perilaku sosial.
  3.  Booiji (Rafiek, 2005:2) mendefinisikan sosiolinguistik sebagai cabang linguistik yang mempelajari faktor-faktor sosial yang berperan dalam pemakaian bahasa dan yang berperan dalam pergaulan.
  4. Wijana (2006:7) berpendapat bahwa sosiolinguistik merupakan cabang linguistik yang memandang atau menempatkan kedudukan bahasa dalam hubungannya dengan pemakai bahasa itu di dalam masyarakat. Pendapat tersebut pada intinya berpegang pada satu kenyalaan bahwa dalam kehidupan bermasyarakat manusia tidak lagi sebagai individu, akan tetapi sebagai masyarakat sosial.
  5.  Fishman, Ia memberikan definisi sosiolinguistik sebagai the study of the characteristics of language varities, the characteristics of their functions, and the characteristics of their speakers as these three constantly interact, change, and change one another within a speech community.
  6. Nababan, mengatakan bahwa sosiolinguistik merupakan pengkajian bahasa dengan dimensi kemasyarakatan.
  7. Wikipedia, sosiolinguistik adalah kajian interdisipliner yang mempelajari pengaruh budaya terhadap cara suatu bahasa digunakan. Dalam hal ini bahasa berhubungan erat dengan masyarakat suatu wilayah sebagai subyek atau pelaku berbahasa sebagai alat komunikasi dan interaksi antara kelompok yang satu dengan yang lain.
  8. Fasold (1993: ix) mengemukakan bahwa inti sosiolinguistik tergantung dari dua kenyataan. Pertama, bahasa bervariasi yang menyangkut pilihan bahasa-bahasa bagi para pemakai bahasa. Kedua, bahasa digunakan sebagai alat untuk menyampaikan informasi dan pikiran-pikiran dari seseorang kepada orang lain. Zakii (2008) dalam http://sastrainggris.2forum.biz/t84-pengertian-sosiolinguistik.

Beberapa pengetrian sosiolinguistik yang lain yaitu

  1. Sociolinguistiek is de studie van tall en taalgebruik in de context van maatschapij en kultuur. Sosiolimguistik adalah kajian mengenai bahasa dan pemakaiannya dalam konteks sosial dan kebudayaan. (Rene appel, Gerad Hubert, Greus Meijer, 1976:10).
  2. Sociolinguistiek is subdisiplin van de taalkunde , die bestudert welke social faktoren een rol nspelen in het taalgebruik er welke taal spelt in het social verkeer. Sosiolinguistik adalah subdisiplin ilmu bahasa yang mempelajari faktor-faktor sosial yang berperan dalam penggunaan bahasa dan pergaulan sosial. (G.E. Booij, J.G. Kersten, dan H.J Verkuyl, 1975:139).
  3. Sosiolinguistcs is the study of language operation, it’s purposeis to investigatehow the convention of the language use relate to other aspects of social behavior. (Sosiolinguistik adalah kajian bahasa dalam penggunaannya, dengan tujuan untuk meneliti bagaimana konveksi pemakaian bahasa berhubungan dengan aspek-aspek lain dari timgkah laku sosial.) (C.Criper dan H.G.Widdowson dalam J.P.B Allen dan S.Piet Corder, 1975:156).
  4. Sosiolinguistics is a developing subfield of linguistics which takes speech variation as it’s focus, viewing variation or it social context. Sociolinguistics is concerned with the correlation between such social factors and linguistics variation. (Sosiolinguistik adalah pengembangan subbidang yang memfokuskan penelitian pada variasi ujaran, serta mengkajinya dalam suatu konteks sosial. Sosiolinguistik meneliti korelasi antara faktor-faktor sosial itu dengan variasi bahasa.) (Nancy Parrot Hickerson, 1980:81).
            Dari definisi-definisi di atas maka dapat disimpulkan bahwa Sosiolimguistik adalah cabang ilmu linguistic yang bersifat interdisipliner dengan ilmu sosiologi , dengan objek penelitian hubungan antara bahasa dengan factor-faktor social di dalam suatu masyarakat tutur.

B.     Masalah- Masalah Sosiolinguistik
Masalah dalam sosiolinguistik maksudnya adalah hal-hal yang nerupakan topik yang dikaji dalm sosiolinguistik. Dalam konferensi sosiolinguistik pertama di universitas of Calivornia dirumuskan 7 masalah yang dibicarakan dalam sosiolinguistik, ketujuh masalah tersebut adalah
1.          Identitas sosial penutur;
2.          Identitas soaial dari pendengar yang terlibat;
3.          Lingkungan sosial tempat peristiwa tutur;
4.          Analisis sinkronik dan diakronik dari dialek-dialek sosial;
5.          Penilaian sosial yang berbeda oleh penutur terhadap perilaku bentuk ujaran;
6.          Tingkatan vareasi dan ragam linguistik;
7.          Penerapan praktis dari penelitian sosiolinguistik (Chaer dan Agustina, 1995:7)

C.    Pandangan Sosiolinguistik Terhadap Bahasa
            Selain istilah sosiolinguistik juga digunakan istilah sosiologi bahasa. Banyak orang yang menganggap hal itu sama, tapi banyak pula yang menganggapnya berbeda. Ada yang mengatakan digunakannya istilah sosiolinguistik karena penelitiannya dimasuki dari bidang linguistik , sedangkan istilah sosiologi bahasa digunakan kalau penelitian itu dimasuki dari bidang sosiologi. (Nababan 1884:3 juga brigh 1992:vol 4:9 ). J.A. Fishman , pakar sosiolinguistik yang andilnya sangat besar dalam kajian sosiolinguistik, mengatakan kajian sosiolinguistik lebih bersifat kualitatif,sedangkan kajian sosiologi bahasa bersifat kuantitatif. Jadi sosiolinguistik lebih berhubungan dengan perincian-perincian penggunaan bahasa yang sebernanya,  seperti deskripsi pola-pola pemakaian bahasa atau diale dalam usaha tertentu.
            Sosiolinguistik memandang bahasa tidak hanya sebagai alat komunikasi atau alat untuk menyampaikan pikiran. Karena, yang menjadi sorotan dalam soiolingistik adalah siapa yang berbicara, menggunakan bahasa apa, kepada siapa, kapan, dan apa tujuannya.
            Pandangan sosiolingistik terhadap bahasa dapat dilihat dari fungsi-fungsi bahasa melalui sudut pandang penutur, pendengar, topik, kode, dan amanat pembicaraan. Dilihat dari sudut penutur, bahasa berfungsi personal atau pribadi atau emotif. Maksudnya, si penutur menyatakan sikap terhadap apa yang dituturkannya.
            Dilihat dari segi pendengar, bahasa berfungsi direktif, yaitu mengatur tingkah laku pendengar. Finnochiaro (1974) dan Halliday (1973) menyebutnya fungsi instrumental, sementara Jakobson (1960) menyebutnya fungsi retorikal. Dalam hal ini, bahasa tidak hanya membuat si pendengar melakukan sesuatu, tetapi melakukan kegiatan yang sesuai dengan yang dimau si pembicara. Contohnya “Dilarang merokok di ruangan ber-AC.”
            Bagi sosiolinguistik, bahwa konsep bahasa adalah alat yang berfungsi untuk menyampaikan pikiran dianggap terlalu sempit , sebab seperti dikemukakan Fishman bahwa yang menjadi persoalan sosiolinguistik adalah “who speak what language to whom, when and to what end.
Dari sudut penutur, bahasa itu personal atau pribadi. Salah satu fungsi bahasa yaitu komunikasi, maka ada 3 komponen yang harus ada dalam komunikasi, yaitu:

  1. Pihak yang berkomunikasi, yakni pengirim dan penerima informasi yang dikomunikasikan yang disebut partisipan
  2. Informasi yang dikomunikasikan
  3.  Alat yang digunakan dalam komunikasi itu.
            Setiap perbuaatan bisa ditafsirkan sesuai dengan kebiasaan budaya dalam suatu masyarakat. Suatu perbuatan bisa disebut bersifat komunikatif adalah manakala perbuatan itu dilakukan dengan sadar dan ada pihak lain yang bertindak sebagai penerima pesan dari perbuatan itu.
D.    Sosiolinguistik Dengan Ilmu Lain
Sosiolinguistik mengkaji bahasa, masyarakat, dan hubungan bahasa dengan masyarakat. Cakupan sosiolinguistik akan semakin jelas jika dilihat hubungan sosiolinguistik denga ilmu lain yang terkait. Ada 3 sub ilmu yang berkaitan dengan sosiolinguistik, antara lain:
a.              Sosiolinguistik dengan Ilmu Sosiologi
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan mausia sebagai individu ataupun sebagai kelompok masyarakat. Dengan demikian objek kajian sosiologi adalah proses hubungan antar manusia dalam masyarakat. Sumarsono dan Paina, (2002; 5) mengatakan bahwa sosiologi mempelajari antara lain struktur sosial, organisasi kemasyarakatan, hubungan antar anggota masyarakat dan tingkah laku masyarakat.
            Keeratan hubungan sosiolinguistik dengan sosiologi dapat dilihat dalam penggunaan metode penelitian. Misalnya dalam pengumpulan data penelitian, baik sosiologi maupun sosiolinguistik menggunakan metode wawancara, rekaman, pengumpulan dokumen, dsb. Sedangkan dalam pengolahan data menggunakan metode deskriptif ( Sumarsono dan Paina, 2002:6).
b.              Sosiolinguistik dengan Pragmatik
            Pragmatik adalah (1). Aspek-aspek pemakaian bahasa atau konteks luar bahasa yang memberikan sumbangan pada makna ujaran, (2). Syarat-syarat yang mengakibatkan serasi atau tidaknya pemakaian bahasa dalam komunikasi. Kridalaksana (1993:176)
            Keeratan hubungan sosiolinguistik dengan pragmatik dapat dilihat pada penggunaan bahasa dalam masyarakat misalnya komunikasi akan menjadi lancar (sosiolinguistik) apabila pembicara atau mitra wicara memiliki pengetahuan yang sama (pragmatik) sehingga komunikasi akan menjadi serasi.
c.              Sosiolinguistik dengan Antropologi
            Antropologi mempelajari manusia dan kebudayaan, system kemasyarakatan. Antropologi adalah kajian tentang masyarakat dari sudut kebudayaan dalam arti luas yang mencakup hal-hal seperti kebiasaan, adat, hukum, nilai, lembaga sosial, religi, teknologi, dan bahasa (sumarsono dan Paina, (2002: 13).
            Hubungan antara sosiolinguistik dengan antropologi, bahwa bagi antropologi, bahasa sering kali dianggap sebagai ciri penting bagi jati diri sekelompok  orang berdasarkan etnik. Setiap etnik akan berkomunikasi denggan etnik lain. Dengan bahasa masyarakat kita dapat mempelajari kebudayaan. (Sumarsono dan Paina, 2003:13).
            Demikian keterkaitan sosiolinguistik dengan ilmu lain yang dapat memberikan gambaran secara ringkas tentang komonikasi antar masyarakat dari sudut sosiologi, pragmatik dan antropologi.


MAKALAH HUBUNGAN SOSIOLINGUISTIK DENGAN ILMU-ILMU LAIN
______________________________________________________________________________ 

contoh makalah, contoh makalah lengkap, makalah lengkap, contoh makalah mahasiswa, makalah pendidikan, contoh makalah pendidikan, daftar pustaka makalah, contoh kata pengantar makalah, makalah, buat makalah, cara membuat makalah, contoh makalah, download contoh makalah, download makalah lengkap, contoh kesimpulan makalah

0 komentar:

Post a Comment